Hasil Tes DNA Ungkap Identitas Jenazah di Pulau Enggano, ABK KM Arupadatu I Dipastikan Bernama Surakman

ABK Surakhman. x/@kysanagisa/fesbuk banten
ABK Surakhman. x/@kysanagisa/fesbuk banten
0 Komentar

Dari kesaksian Aini, pemilik akun tersebut yang juga salah satu penumpang yang pernah menjalani perjalanan bersamanya, sosok Abah Surakman digambarkan sebagai pribadi yang pendiam dan cenderung menjauh dari keramaian. Ia selalu memilih duduk di bagian belakang kapal.

Meski begitu, kehadirannya tetap membawa kehangatan tersendiri bagi rekan-rekan sesama awak kapal, yang kerap menggodanya dengan candaan ringan. Bahkan di momen-momen santai ketika kapal menepi untuk beristirahat, canda tawa antara Abah Surakman dan awak lainnya tetap terjalin.

Yayat, anak Surakman, ikut berkomentar di akun Instagram tersebut. Publik juga menyampaikan dukacita pada Yayat.

Baca Juga:Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBGDokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama Indonesia

Kisah hidup Abah Surakman berakhir tragis setelah kapal yang ia tumpangi kehilangan kontak di Selat Sunda tak lama setelah keberangkatan.

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran pun digelar selama 10 hari, melibatkan Basarnas dari wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya resmi dihentikan pada Kamis, 17 September 2026.

Keluarga para korban kemudian melaksanakan prosesi tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau pada keesokan harinya sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Doa bersama hari terakhir pencarian jurnalis dan awak KM Arupadatu I

Jenazah Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

Pada Sabtu, 12 September 2026, hari kelima masa pencarian, ditemukan sesosok jenazah tak dikenal di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, sebuah lokasi yang jaraknya terpaut sangat jauh, sekitar 345 kilometer secara garis lurus, dari titik terakhir kapal terdeteksi di Pulau Sebesi, Lampung Selatan.

Jenazah tersebut kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Melalui kerja sama Polda Banten dan Polda Bengkulu, serta pencocokan data antemortem dan postmortem dari delapan keluarga korban, hasil pemeriksaan DNA akhirnya mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, sang ABK yang telah dinyatakan hilang bersama tujuh orang lainnya.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

“Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA (Disaster Victim Investigation),” terang Hengki.

0 Komentar