MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membeberkan visi besar di balik proyek modernisasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Cirebon.
Dalam acara groundbreaking proyek Integrated Fishing Port–International Fish Market (IFP-IFM) Phase-1, Kamis (17/9/2026), ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur perikanan harus dirancang secara komprehensif—tidak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga wajib menjunjung tinggi kelestarian lingkungan dan perhitungan bisnis yang matang.
Terinspirasi Pelabuhan Dunia hingga Komitmen KonservasiTrenggono mengisahkan, gagasan pembenahan ini bermula dari perjalanannya berkeliling Indonesia sejak awal menjabat pada 2021. Dari blusukan ke berbagai kampung nelayan, ia mendapati banyak fasilitas pelabuhan yang belum ideal.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Pengalaman mengunjungi sejumlah negara maju seperti Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa lantas menjadi inspirasi untuk menghadirkan pelabuhan perikanan di Indonesia yang bersih, modern, tidak berbau, serta terintegrasi dengan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kendati demikian, Trenggono mengingatkan bahwa pembangunan fisik tidak boleh mengorbankan aspek ekologis. Ia menegaskan pentingnya menjaga ruang-ruang konservasi dan kelestarian daratan, termasuk mendukung reboisasi kawasan hutan dan pegunungan di Jawa Barat guna mencegah sedimentasi serta pendangkalan sungai yang bermuara ke laut.
“Kalau bicara keberlanjutan, ruang-ruang konservasi tidak boleh diganggu oleh apa pun… Kalau alamnya rusak, sudah selesai. Karena itu masa depan anak cucu kita dan generasi berikutnya harus kita jaga,” tegas Trenggono.
Hitung-hitungan Bisnis dan Dukungan IsDB
Sebagai mantan pelaku bisnis, Trenggono menerapkan prinsip investasi yang terukur dan akuntabel, terlebih proyek ini menggunakan skema pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB). Setiap dana yang digelontorkan harus dihitung dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja, perputaran ekonomi daerah, hingga tingkat pengembaliannya.
Berdasarkan hasil kalkulasi proyek PPN Kejawanan, tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) diperkirakan berada di kisaran 15,5 persen, dengan payback period atau masa pengembalian modal sekitar delapan tahun. Perhitungan matang ini dinilai krusial agar pembangunan infrastruktur dapat mendongkrak perekonomian secara optimal sekaligus memastikan kemampuan pemerintah melunasi kewajiban pinjaman dengan aman.
Lirik Pelabuhan Karangsong Indramayu
