Di antaranya terdapat gedung pelayanan dan pengajuan sertifikasi untuk mendukung peningkatan daya saing perikanan yang dihasilkan, penambahan jumlah dermaga, termasuk dermaga khusus untuk kapal-kapal tradisional, penambahan tempat pelelangan ikan yang dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) modern, kawasan usaha perikanan, serta terdapat groin, rivetmen, hingga breakwater di sisi barat dan timur untuk melindungi area pelabuhan dari ombak dan abrasi.
Dengan modernisasi dan kelengkapan fasilitas yang disiapkan, PPN Kejawanan akan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan, dengan layanan one stop service dan one stop solution bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal, agar produk perikanan semakin berdaya saing di tingkat internasional.
Pengembangan PPN Kejawanan juga akan berkontribusi meningkatkan citra pariwisata di Cirebon, khususnya wisata bahari.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Perwakilan Islamic Development Bank (IsDB) Anisa Pratiwi, menyebut dukungan pengembangan PPN Kejawanan menjadi pelabuhan modern terintegrasi menegaskan hubungan baik Pemerintah Indonesia dengan IsDB yang sudah berjalan sekitar 50 tahun.
Dukungan pembangunan ini juga sebagai komitmen IsDB terhadap tata kelola sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia, rantai nilai perikanan yang semakin terintegrasi dan berdaya saing.
“Lewat pembangunan ini, kami berharap terbangun ekosistem perikanan yang semakin kuat dan terintegrasi, mulai dari pendaratan ikan, pengolahan dan logistik, hingga akses pasar baik domestik maupun internasional. Dengan demikian kami berharap kualitas produk perikanan Indonesia dapat terus meningkat,” urai Anisa.
