Polda Banten: Terpal dan Galon yang Ditemukan Tim SAR Bukan dari Rombongan Wartawan Hilang di Selat Sunda

Penampakan terpal serta galon yang ditemukan Tim SAR Lampung saat pencarian speedboat rombongan jurnalis hilan
Penampakan terpal serta galon yang ditemukan Tim SAR Lampung saat pencarian speedboat rombongan jurnalis hilang kontak. (Dok Tim SAR).
0 Komentar

POLISI memastikan terpal dan galon yang ditemukan oleh tim SAR gabungan bukan merupakan milik rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda.

Kedua barang tersebut ditemukan tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian pada hari keenam atau pada Minggu (13/9) kemarin.

Menindaklanjuti temuan itu, Ditpolairud Polda Banten lantas meminta keterangan dari pemilik kapal serta dua nakhoda pengganti KM Arupadhatu 1 yang digunakan oleh rombongan jurnalis. Pemeriksaan dilakukan di Polsek Carita pada Minggu.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan konfirmasi terhadap pihak yang mengetahui kondisi kapal, dua barang temuan bukan milik KM Arupadhatu 1.

“Terpal yang ditemukan memiliki ukuran sekitar panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter serta mengeluarkan bau amis ikan. Sementara KM Arupadhatu 1 memiliki panjang 7,52 meter, lebar 2,01 meter dan kedalaman 0,90 meter. Untuk bagian atap penumpang berukuran sekitar dua meter, kapal menggunakan bahan plastik ORCHID berwarna biru, bukan terpal plastik polyester atau PVC,” kata Maruli dalam keterangannya, Senin (14/9).

Maruli menjelaskan KM Arupadhatu 1 dan KM Arupadhatu 2 memang memiliki terpal plastik, namun digunakan sebagai penutup dua mesin tempel. Terpal tersebut berukuran sekitar 2×2 meter, berwarna biru-oranye bolak-balik dan bertuliskan ‘4M A12 ROYAL CROWN TECH BY KOREA + UV’.

Berdasarkan keterangan pihak kapal, terpal tersebut tidak dibawa KM Arupadhatu 1 saat berlayar pada Senin (7/9), melainkan disimpan di KM Arupadhatu 2.

“Untuk botol galon plastik bertuliskan AQUA, berdasarkan keterangan yang diperoleh, air minum yang biasa tersedia di kapal apabila menginap di laut menggunakan air mineral kapasitas 15 liter merek Le Minerale. Sementara terkait apakah pada pelayaran 7 September 2026 kapal membawa botol galon sebagai tempat penyimpanan air minum, belum dapat dipastikan,” tutur Maruli.

Disampaikan Maruli, pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang-barang yang sebelumnya ditemukan Tim SAR, termasuk pelampung dan jeriken.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, perlengkapan keselamatan KM Arupadhatu 1 terdiri dari 10 hingga 12 buah life jacket, tiga buah busa jok, satu ring buoy bantuan Pemerintah Provinsi, serta perlengkapan lainnya.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

“Untuk jeriken yang tersedia di KM Arupadhatu 1 berkapasitas 30 liter sebanyak dua buah. Sedangkan terpal yang terdapat pada kapal dan digunakan di bagian kanopi buritan berbahan dasar terpal kain. Hal ini menjadi salah satu pembanding dalam mengidentifikasi barang-barang yang ditemukan Tim SAR,” ucap dia.

0 Komentar