Siapa 5 Wartawan yang Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau?

Lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)
Lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)
0 Komentar

Foto tersebut dibuat di Curug Parigi, Kota Bekasi, Jawa Barat, dan menggambarkan seorang warga yang masuk ke Sungai Cileungsi untuk mengambil jaring ikan di tengah air yang dipenuhi busa putih.

Karya tersebut berangkat dari perhatian Arie terhadap persoalan layanan air bersih di Bekasi. Ia kemudian menemukan momen ketika melihat seorang warga mencari jaringnya di sungai yang tercemar. Puluhan foto diambil dari kejadian tersebut sebelum Arie memilih karya terbaik untuk dikirimkan dalam kompetisi World Press Photo.

World Press Photo mencatat Arie juga pernah memperoleh sejumlah penghargaan lain, termasuk Anugerah Adiwarta 2007, Mochtar Lubis Award 2008, Nikon Indonesia Photo Journalism 2016, PFI Indonesian Photo Journalist Award 2019, Asian Press Photo Singapore 2022, serta Environment Photographer of the Year 2022.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Pada 2022, Arie menjadi pemenang kategori Vision of the Future dalam Environment Photographer of the Year melalui karya “Vertical Farming”. Foto tersebut menggambarkan aktivitas pekerja yang merawat tanaman sayuran di fasilitas pertanian vertikal di Depok, Jawa Barat.

Meski telah puluhan tahun menjalani profesi tersebut, Arie tetap aktif turun ke lapangan. Pada 2026, namanya kembali memperoleh penghargaan nasional setelah foto “Perlawanan Emak di Demo DPR” meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025 untuk kategori foto.

Yudistiro Pranoto, Jurnalis iNews

Yudistiro Pranoto atau yang akrab disapa Yudis merupakan jurnalis iNews dikenal sebagai fotografer yang telah hampir dua dekade menjalani profesi jurnalistik.

Selama sekitar 19 tahun berkarier sebagai wartawan, Yudis banyak menghasilkan karya fotografi yang merekam berbagai peristiwa penting. Foto-fotonya tidak sekadar mendokumentasikan kejadian, tetapi berusaha menangkap momen dan cerita di balik sebuah peristiwa. Pengalaman panjang tersebut membuatnya terbiasa bekerja di berbagai situasi lapangan.

Salah satu pesan Yudis yang kembali menjadi perhatian setelah kabar hilang kontak tersebut adalah unggahan di media sosial ketika ia meliput aksi unjuk rasa pada 27 Agustus.

Dalam unggahan tersebut, Yudis menulis pesan mengenai pentingnya keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Pesan itu kemudian kembali diperbincangkan karena menggambarkan kesadarannya terhadap risiko yang dihadapi wartawan ketika bekerja di lapangan.

0 Komentar