Pemilik Speedboat Pastikan Temuan Pelampung Berbeda dengan yang Digunakan di Kapal Rombongan Jurnalis

Temuan pelampung saat TNI AL melakukan proses pencarian rombongan jurnalis hilang kontak. (Foto: Dokumentasi T
Temuan pelampung saat TNI AL melakukan proses pencarian rombongan jurnalis hilang kontak. (Foto: Dokumentasi TNI)
0 Komentar

SANDI Wiyasa, pemilik speedboat yang ditumpangi lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, membantah temuan pelampung tersebut milik kapal mereka.

“Saya pastikan itu bukan kapal Arupadhita 1, saya pastikan. Saya tadi sudah dimintai keterangan pihak berwajib. Saya pastikan bukan,” ungkap Sandi kepada wartawan di posko Pantai Carita, Banten, Jumat (11/9/2026).

Ia menegaskan kondisi kapal miliknya layak untuk berlayar.

“Baik-baik saja. Kondisi kapal baik-baik saja. Karena dia itu, beberapa hari yang lalu, katanya baru pulang dari Ujung Kulon, kapal itu,” imbuhnya.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo, membenarkan terkait penemuan life jacket dan pelampung dalam bentuk botol.

Hal itu berdasarkan temuan personil Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer, pada pukul 15.10 WIB, Kamis (10/9/2026) di sisi barat Anyer, Banten.

Namun, ia belum bisa memastikan temuan tersebut menjadi titik terang dari proses pencarian delapan orang hilang, termasuk di dalamnya lima jurnalis yang masih hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Kratau (GAK).

“Selanjutnya akan dibawa ke posko SAR gabungan di sini untuk selanjutnya proses identifikasi,” ungkap Wawan saat konferensi pers proses pencarian di posko Pantai Carita, Banten, Kamis (10/9/2026).

Sisi barat Anyer itu, kata Wawan, kurang lebih berada di sisi timur laut posisi GAK dengan jarak sekitar 20 nautical miles. Ia meminta semua pihak menanti kabar terbaru perihal identifikasi pelampung tersebut.

“Jadi tidak ada yang berspekulasi ataupun diharapkan tidak ada yang membuat statement sebelum hasil resmi identifikasi dari temuan yang diperoleh tersebut,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Personel TNI Angkatan Laut (AL) tersebut menemukan sebuah pelampung berwarna oranye mengambang, tepatnya di perairan Cikoneng-Labuan dekat wilayah Anyer, Banten.

Baca Juga:Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka Suara

“Saat ini dari pihak rekan-rekan Basarnas dan personil dari KAL Anyer sedang proses melaksanakan proses serah terima dari barang yang telah ditemukan tadi,” imbuhnya.

0 Komentar