BANDAEA Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sempat ditutup usai terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. InJourney mengumumkan Bandara Soetta kini sudah kembali beroperasi.
“Sehubungan dengan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan,” tulis keterangan dalam unggahan di akun Instagram resmi Bandara Soekarno-Hatta dilihat, Selasa (8/9/2026) dini hari.
Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan. Pengecekan diimbau merujuk pada sumber resmi.
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan dan untuk informasi kebandaraudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172,” katanya.
Adapun dua bandara lain juga dinyatakan kembali beroperasi setelah ditutup karena terdampak abu vulkanik. Kedua bandara tersebut, yakni Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
“Kami informasikan bahwa tiga bandar udara terdampak telah kembali beroperasi dan kegiatan penerbangan dapat dilaksanakan kembali sesuai dengan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku,” demikian unggahan di akun Instagram resmi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelumnya mengatakan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masih ditutup hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB meskipun hasil paper test abu vulkanik negatif. Dudy menjelaskan pertimbangan jika Bandara Soetta dapat dibuka.
“Berdasarkan evaluasi yang kami lihat, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara bandara, ya di 7 bandara itu menjadi sampai dengan pukul 23.59. Ini relatif lebih pendek dari penutupan yang sebelumnya,” ujar Dudy kepada wartawan di Terminal 1 Bandara Soetta, Senin (7/9).
Dudy mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, saat ini arah angin terlihat ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot. Dia menyebutkan bandara di sekitar Gunung Anak Krakatau dapat dibuka jika arah angin abu vulkanik telah bergeser menjauh.
“Apabila bergeser lebih menjauhi dari bandara-bandara yang sekitaran Gunung Anak Krakatau, maka kita bisa mempertimbangkan untuk membuka bandara-bandara yang terdampak. Jadi, mohon doanya semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi, ya,” jelasnya.
