“BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intesitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,” ujar Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.
Berdasarkan evaluasi PVMBG, kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami seperti peristiwa 2018.
Masyarakat diimbau tetap berada di radius aman
Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
Pengamatan Gunung Anak Krakatau dilakukan dari dua pos, yaitu Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Kalianda, Lampung Selatan, dan Pos Pengamatan di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.
