Sederet Fakta Penting Erupsi dan Peta Lokasi Gunung Anak Krakatau

Peta Gunung Krakatau. foto/Googlemaps
Peta Gunung Krakatau. (foto/Googlemaps)
0 Komentar

BMKG juga mencatat anomali seismogram di Pulau Sebesi pada pukul 23.08 dan 23.32 WIB, serta gangguan geomagnetik di stasiun Sukabumi dan Serang. Akan tetapi, anomali tersebut belum dapat secara langsung dinyatakan sebagai penyebab suara dentuman.

“Namun, BMKG menekankan bahwa seluruh temuan anomali ini belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab pasti suara dentuman tersebut,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi di laman resmi BMKG (5/9/2026).

Erupsi Gunung Anak Krakatau hasilkan sebaran abu vulkanik ke 5 provinsi

Erupsi Gunung Anak Krakatau juga menghasilkan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada ruang udara.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

Berdasarkan analisis BMKG pada 6 September 2026, sebaran abu teridentifikasi hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu, Lampung, Selat Sunda, dan Samudra Hindia, dengan ketinggian sebaran yang berbeda sesuai arah dan kondisi angin.

Delapan bandara ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

Delapan bandar udara terdampak penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik, yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.

Pemerintah mencatat 1.558 penerbangan terdampak dan sekitar 170.000 penumpang terkena dampak akibat gangguan operasional di delapan bandara tersebut.

“Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dilansir Antara, Minggu (6/9/2026).

Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat beroperasi selama 24 jam, antara lain Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Adi Soemarmo Solo. Transportasi darat berupa bus dan kereta juga disiapkan bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan.

“Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam,” jelas Menhub.

Erupsi Gunung Anak Krakatau tak berpotensi tsunami

Pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB Minggu (6/9), tidak menunjukkan anomali muka air laut. Analisis HF Radar di Carita dan Tanjung Lesung juga menunjukkan probabilitas tsunami berada pada tingkat rendah, dengan tinggi gelombang laut sekitar satu meter pada saat pemantauan.

0 Komentar