Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Pekerja menata beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di gudang Bulog Kalimantan Tengah, Palangka Raya,
Pekerja menata beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di gudang Bulog Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026). Bulog Kalimantan Tengah mencatat ketersediaan beras di Kalteng dalam menghadapi musim kemarau dengan jumlah stok sekitar 5000 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/agr)
0 Komentar

Selain Beras Kita Medium, pemerintah juga menyiapkan Beras Kita Premium. Produk tersebut akan menggantikan sejumlah merek beras premium yang sebelumnya digunakan sehingga produk beras pemerintah memiliki identitas yang lebih seragam.

Rizal mengatakan pembaruan kemasan juga diarahkan untuk meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan dengan beras produksi swasta. Tampilan yang lebih menarik diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tertarik memilih produk Bulog saat berbelanja.

Namun, pembenahan tidak berhenti pada tampilan. Bulog juga berkomitmen meningkatkan kualitas beras sehingga perubahan jenama dan kemasan diikuti dengan peningkatan mutu produk yang diterima konsumen.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

Adapun peluncuran Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026 disesuaikan dengan tiga tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dari sisi harga, Beras Kita Medium tetap menjadi produk yang mendapatkan subsidi pemerintah dan ditujukan bagi masyarakat sasaran. Sementara itu, Beras Kita Premium akan dijual tanpa subsidi dan menyasar konsumen umum yang membutuhkan beras dengan kualitas premium.

0 Komentar