“Hingga hari ini, hari kedua, data dari daerah yang masuk ke BNPB untuk rumah rusak berat berjumlah 154 unit, rumah rusak sedang 49 unit, dan rumah rusak ringan 38 unit,” ujar Abdul.
Menurut Abdul, data kerusakan tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan, penghitungan, verifikasi, dan validasi masih berlangsung. Pendataan diperlukan untuk memastikan warga terdampak memperoleh bantuan perbaikan rumah dari pemerintah.
Abdul juga mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan terhadap jumlah pengungsi, baik yang berada di lokasi pengungsian terpusat maupun yang mengungsi secara mandiri.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
“Kami tentu saja mengimbau saudara-saudara kami yang masih di pengungsian untuk bisa melakukan pengecekan rumah masing-masing,” kata Abdul.
Abdul meminta warga melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kerusakan struktur bangunan, seperti tiang yang retak, sudut rumah yang lepas, atau dudukan kuda-kuda atap yang bergeser.
Hingga kini, BNPB menyebut tidak ada laporan orang hilang di 7 kabupaten/kota yang terdampak gempa.
Pemerintah saat ini telah memberlakukan fase tanggap darurat di Kabupaten Manggarai selama 90 hari. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur masih dalam proses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari dan Provinsi NTT juga berada dalam proses penetapan status tanggap darurat.
Abdul mengatakan pemerintah pusat menargetkan fase tanggap darurat dapat diselesaikan dalam 2 hingga 3 pekan ke depan.
“Tim gabungan dari pemerintah pusat lintas kementerian lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2-3 minggu ke depan,” ujarnya.
