Pada bulan April, analis Maroko pro-Israel, Amine Ayoub, menulis sebuah artikel untuk situs web Israel Ynet News yang berpendapat: “Ketegangan AS-Spanyol terkait NATO dan Iran menciptakan peluang bagi Maroko untuk mendesak klaim atas Ceuta dan Melilla, dengan Israel berada pada posisi untuk mendukung Rabat secara diplomatik dalam aliansi yang dipimpin AS yang semakin mengutamakan mitra kerja sama daripada negara-negara Eropa yang masih menolak.”
Dari sinilah pejabat Israel dan Spanyol terlibat saling sindir di media sosial di tengah krisis migrasi. Perdebatan itu mencuat setelah Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyinggung kebijakan imigrasi Madrid dan status Ceuta sebagai wilayah Spanyol.
Danon mengkritik Spanyol yang menurutnya kerap mengecam Israel terkait perang di Gaza, tetapi kini menetapkan keadaan darurat akibat krisis migrasi di Ceuta.
