Tim gabungan telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti sejak Senin (27/7/2026).
Hingga saat ini, penyidik telah memintai keterangan dari lima orang saksi guna mengurai rentetan peristiwa tersebut.
Para saksi yang diperiksa mencakup berbagai pihak yang terlibat pada hari kejadian, mulai dari para pengemudi ambulans yang membawa jenazah korban hingga sosok yang melihat korban untuk terakhir kalinya di sekitar area klinik kecantikan.
Baca Juga:Kasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan PenyelidikanPrabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!
“Saudara MA, pihak yang mengenal almarhum dan melihat saksi terakhir kali yaitu Rabu 22 Juli 2024 sekira pukul 20.00 di depan Klinik Mordent,” ujar Budi.
Di luar pemeriksaan terhadap para saksi mata dan petugas ambulans, polisi juga tengah memverifikasi kebenaran sejumlah bukti visual yang beredar di masyarakat, termasuk foto kondisi jenazah dan rekaman CCTV dari pihak rumah sakit.
Hal ini dilakukan untuk menjawab spekulasi publik mengenai kondisi Sutrimo saat pertama kali ditemukan.
“Penyelidik sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut. Teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi, apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan,” papar Budi.
Penyidik juga sedang mencocokkan video keranda jenazah dan rekaman CCTV rumah sakit dengan fakta di lapangan.
Budi menekankan bahwa kepolisian membutuhkan persesuaian yang solid antara rekaman yang beredar luas di media sosial dengan data CCTV asli yang telah diamankan oleh tim penyelidik.
“Pada dasarnya Polda Metro Jaya menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa yang terjadi. Semoga keluarga Bapak almarhum S dapat sabar dan menerima kekuatan,” ujar Budi.
Berikut lima orang yang telah dimintai keterangan oleh penyelidik:
- (AZ), pengemudi ambulans yang membawa jenazah menuju Banyumas;
- (MOP), pengemudi ambulans tujuan Banyumas yang bertemu dengan seseorang bernama Mahmud (M) di RS Muhammadiyah Taman Puring dan membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke mobil ambulans;
- (MZ), pemilik PT Zen Ambulance yang dihubungi oleh (S) yang merupakan pemilik PT Bintang Medika Ambulance, untuk mengantar jenazah ke Banyumas;
- (MA), pihak yang mengenal almarhum dan diketahui terakhir bertemu dengannya pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di depan Klinik Mordent;
- (AAS), pengemudi ambulans yang membawa almarhum dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
