Virus Ebola hanya dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau jaringan dari orang yang sedang sakit maupun yang telah meninggal akibat penyakit tersebut. Oleh karena itu, kemungkinan penyebaran luas di masyarakat dianggap kecil selama prosedur pengendalian infeksi diterapkan dengan benar.
Ebola di Kongo Tembus 1.000 Kasus
Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui unggahan di akun X @DrTedros menyampaikan bahwa lebih dari 1.000 kasus Ebola yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di DRC. Dari total angka tersebut, 254 kasus berakhir dengan kematian.
Meskipun demikian, Tedros menyebut sekitar 100 pasien telah berhasil sembuh dari penyakit tersebut. Jumlah pasien yang pulih ini menunjukkan bahwa Ebola bukanlah penyakit yang selalu berakibat fatal apabila penderita dapat memperoleh diagnosis dan perawatan medis yang cepat, tepat, dan memadai.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Tedros menekankan bahwa selama satu bulan terakhir, WHO bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika serta berbagai mitra kemanusiaan telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo untuk memperkuat respons terhadap wabah.
Berbagai langkah telah dilakukan, termasuk menambah jumlah pusat perawatan Ebola atau Ebola Treatment Centres (ETC), meningkatkan kapasitas laboratorium untuk melakukan pemeriksaan dan diagnosis, serta memperluas sistem surveilans guna mendeteksi kasus-kasus baru secara lebih cepat.
Selain itu, pelatihan bagi tenaga kesehatan juga diperluas agar mereka mampu memberikan perawatan klinis yang lebih baik sekaligus menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat saat menangani pasien.
“Namun masih banyak yang dibutuhkan: lebih banyak pusat perawatan, lebih banyak petugas kesehatan dan perawatan terlatih, lebih banyak pengujian, lebih banyak tim dari dalam komunitas yang mendukung komunitas,” tulis Tedros.
“Kita membutuhkan akses yang berkelanjutan dan aman untuk menjangkau semua orang yang terdampak. Kita membutuhkan solidaritas berkelanjutan dari komunitas internasional untuk mengakhiri wabah ini. Dan pada akhirnya, kita membutuhkan perdamaian bagi rakyat DRC,” imbuhnya.
