Dewan Pers Dorong Transformasi AI, Tapi Manusia Tetap Penentu

Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
0 Komentar

Dewan Pers sebelumnya juga telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik.

Anggota Dewan Pers sekaligus Wakil Ketua Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, mengingatkan agar insan pers tetap menjadikan pedoman tersebut sebagai acuan.

Menurutnya, di Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 disebutkan bahwa dalam membuat karya jurnalistik, proses dari awal hingga akhirnya harus melibatkan manusia.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

“Diatur juga tentang integritas penggunaannya sebab data AI itu belum tentu benar. Data AI diambil dari berbagai sumber. Peran pers, jurnalis selama ini telah mem-feeding AI dengan data-data yang akurat. Untuk itu kita sebagai pelaku pers harus terus berpegang pada pedoman,” papar Niken Widiastuti.

Kreativitas Manusia Tetap Utama

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai perubahan proses produksi kreatif akibat perkembangan AI.

Mulai dari pengembangan ide, pembuatan visual, produksi video generatif, hingga pemanfaatan berbagai tools AI.

Melalui pendekatan praktik langsung (hands-on experience), peserta mempelajari teknik prompting, penyusunan strategi kreatif, simulasi produksi, serta cara mengoptimalkan AI untuk mendukung pekerjaan jurnalistik.

Tim Createwhiz memperlihatkan bagaimana AI dapat mempercepat produksi, memperluas ruang kreativitas, sekaligus tetap mempertahankan sentuhan manusia (human touch) sebagai unsur utama dalam karya kreatif.

Selain aspek produksi, pelatihan juga membahas peluang monetisasi produk kreatif berbasis AI.

Peserta diperkenalkan pada berbagai studi kasus mengenai bagaimana karya yang dibantu AI dapat menghasilkan sumber pendapatan baru.

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Digital Marketing Lead MWX Indonesia, Utami Fitriyani, menjelaskan manusia tetap memiliki keunggulan yang tidak dimiliki teknologi AI, yakni sudut pandang, kepercayaan audiens, dan kemampuan storytelling.

Menurutnya, yang menjadi pembeda utama bukan sekadar kualitas visual AI-nya, tapi seberapa relevan konteksnya dengan pain point audiens di momen tersebut.

“Di situlah peran kreativitas dan kemampuan insan pers diperlukan setiap kali memproduksi konten yang dibantu dengan AI. Sehingga AI bukan sebagai ancaman tapi dapat meningkatkan produktivitas dan diversifikasi revenue stream bagi jurnalis,” ucap Utami Fitriyani.

Dewan Pers memastikan pelatihan pemanfaatan AI bagi industri pers akan terus dilakukan secara berkala.

0 Komentar