Washington-Tel Aviv Retak, Media Israel Sebut Trump Jalin Komunikasi dengan Oposisi

Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (Jim Watson/AFP via Getty Images)
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump (Jim Watson/AFP via Getty Images)
0 Komentar

“Langkah Amerika bertujuan untuk memanfaatkan peluang politik mengingat krisis kepercayaan dengan pemerintah Israel saat ini,” lanjut media tersebut.

Survei yang dikutip dari surat kabar Maariv menunjukkan bahwa oposisi Israel berpotensi membentuk pemerintahan jika pemilu digelar saat ini.

Dengan perkiraan 61 kursi di Knesset dibandingkan 49 kursi untuk blok Netanyahu, partai-partai Arab diproyeksikan memperoleh sekitar 10 kursi. Pemilu Israel akan digelar pada Oktober mendatang.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Hubungan Trump dan Netanyahu dinilai sedang tidak baik-baik saja. Meski sempat beraliansi dalam menyerang Iran pada 28 Februari lalu, saat ini terlihat Netanyahu tak lagi “menurut” pada Trump.

Ketika Washington sedang serius dalam mengupayakan tercapainya kesepakatan damai dengan Teheran, Netanyahu justru tetap menekankan jika Israel tidak akan menghentikan serangan mereka kepada kelompok Hizbullah di Lebanon. Padahal kedamaian di Lebanon merupakan salah satu syarat perjanjian damai AS-Iran.

Trump tentu tidak senang dengan apa yang dilakukan Netanyahu dengan tetap menyerang Hizbullah karena bisa mengganggu proses damai yang ia bangun. Dalam salah satu pernyataan publik, Trump bahkan sesumbar tanpa dirinya, tidak akan pernah ada Israel yang menekankan peran sentralnya di negara tersebut.

“Tanpa saya, tidak akan ada Israel,” tegas Trump dalam sebuah pernyataan dikutip AP News, Rabu (17/6/2026).

0 Komentar