Terungkap Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax hingga Rp16.250 per Liter

Terungkap Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax hingga Rp16.250 per Liter
Ilustrasi
0 Komentar

Pihaknya menilai, jika harga terus dipertahankan di bawah nilai keekonomian, hal tersebut dikhawatirkan akan memicu kendala yang berdampak langsung pada masyarakat. Oleh karena itu, setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah, Pertamina memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga secara terukur.

“Kami tidak ingin kondisinya adalah terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan barang produk energi itu akan turun di masyarakat. Once ada peak demand, maka itu akan menjadi masalah,” tambahnya.

Kendati demikian, harga baru yang ditetapkan saat ini dinilai masih berada di bawah harga pasar internasional maupun harga di negara tetangga seperti Thailand.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Dia menegaskan, Pertamina berkomitmen untuk terus memantau dinamika pasar energi dunia untuk memastikan pelayanan kepada konsumen tetap berjalan optimal tanpa gangguan suplai.

“Harga Pertamax kan kita naikkan jadi Rp 16.250, Pertamax Green jadi Rp 17.000. Dan teman-teman bisa melihat di market internasional di tetangga sebelah negara lain itu RON 91, 92 itu di Rp 20.000, Rp 21.000. Jadi kita ingin memberikan message bahwa ini memang perlu naik kepada konsumen karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di pasar,” tutupnya.

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, berlaku mulai 10 Juni 2026:

  • Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.
  • Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.
  • Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
  • Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
  • Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, tetap.
  • Dexlite Rp 23.000 per liter, tetap.
  • Pertamina DEX Rp 24.800 liter, tetap.
0 Komentar