Pada Rabu (3/6/2026), Trump bahkan mengatakan kesepakatan damai berpotensi diselesaikan dalam akhir pekan. Namun Iran menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati.
Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebut proses negosiasi saat ini berada dalam kondisi buntu. “Negosiasi berada di titik kebuntuan dan Trump harus memecahkan kebuntuan tersebut,” ujarnya.
Rezaei juga kembali menuntut pencairan sekitar US$ 24 miliar aset Iran yang selama ini dibekukan. Pencairan aset Iran menjadi salah satu isu utama yang menghambat tercapainya kesepakatan damai.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Laporan media internasional menyebut Menteri Keuangan AS Scott Bessent tengah mempertimbangkan penggunaan aset tersebut untuk mendukung pemulihan negara-negara Teluk yang terdampak serangan Iran.
Selain persoalan aset, sejumlah isu lain juga menjadi hambatan dalam perundingan, termasuk penghentian konflik di berbagai front, pencabutan sebagian sanksi ekspor minyak Iran, pengakhiran blokade pelabuhan oleh AS, hingga status Selat Hormuz.
