Siapa Tony Robbins? Sahabat Prabowo yang Tinjau dan Cicipi Program MBG

Motivator Tony Robbins
Motivator Tony Robbins
0 Komentar

Tak sampai di situ, 2019 juga lekat dalam memori Tony karena dugaan kasus kekerasan seksual menyeret namanya. Sepanjang tahun 2019 itu, BuzzFeed News merilis berbagai laporan tentang dugaan kasus kekerasan yang pernah dilakukan Tony di berbagai kesempatan. Namun, laporan ini tidak berujung pada proses hukum kala itu.

Di luar pekerjaannya sebagai motivator, Tony Robbins adalah pengusaha. Pada 2014 Tony tercatat sebagai salah satu pemegang saham klub sepak bola Los Angeles FC. Ia juga merambah industri e-sports ketika ikut membeli kepemilikan Team Liquid, sebuah tim e-sports profesional di AS.

Setelah meraup kekayaan sebagai motivator dan pengusaha, Tony turut merambah bidang lain yang erat kaitannya dengan orang-orang kaya: organisasi filantropi. Kapasitas inilah yang disebut Rosan Roeslani jadi alasan mengapa Tony bertemu jajaran Danantara.

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Tony membangun organisasi filantropi sejak 1991. Kala itu, ia mendirikan The Tony Robbins Foundation. Organisasi ini memiliki fokus untuk membantu pemuda, orang terlantar, orang kelaparan, lansia, dan para narapidana.

Kemudian, pada 2014, Tony menyumbangkan keuntungan buku Money: Master the Game (2014) ke yayasan Feeding America. Yayasan itu bergerak pada upaya pemberian makanan pada orang-orang yang membutuhkan.

Melalui sumbangsihnya pada Feeding America , Tony menampakkan diri sebagai sosok yang memiliki keprihatinan akan isu kelaparan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan pangan juga kemudian jadi salah satu fokus utama dalam organisasi The Tony Robbins Foundation yang ia dirikan pada 1991 lalu.

0 Komentar