Dalam unggahan itu, Rosan memperkenalkan Tony sebagai inisiator “program filantropi untuk mengatasi kelaparan global”. Lantas, siapa sebenarnya Tony Robbins, bukankah ia selama ini dikenal sebagai penulis buku motivasi finansial?
Profil Tony Robbins, Penulis dan Motivator Asal AS
Di tempat asalnya, Amerika Serikat, Tony Robbins kondang dengan dua predikat. Ia dikenal sebagai penulis buku dan motivator yang sohor.
Tony menjadi sosok yang dikenal publik AS berkat acara-acara seminar dan buku-buku pengembangan diri yang ia tulis. Beberapa buku yang melambungkan namanya itu antara lain Unlimited Power (1986) dan Awaken the Giant Within (1991).
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Nama Tony Robbins sendiri merupakan nama panggung dari pria kelahiran California pada 1960 ini. Nama lengkapnya adalah Anthony Jay Robbins, meskipun ia diberi nama lahir Mahvoric oleh orang tuanya yang berdarah Kroasia.
Dalam banyak seminar motivasi yang ia isi, Tony kerap menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berhasil menapaki kesuksesan dari bawah. Ia sering bercerita tentang masa kecilnya di tengah keluarga yang kaotik dan penuh kekerasan.
Ia juga sering berkisah tentang awal karier profesionalnya setelah pergi dari rumahnya pada usia 17 tahun. Ia bercerita tentang pernah menjadi petugas kebersihan dan tak punya kesempatan berkuliah.
Namun, hidup itu ia gambarkan berubah setelah induk semangnya merekomendasikan seminar motivator Jim Rohn. Ia pun betulan mengikuti seminar itu serta bergabung untuk mempromosikan seminar dan buku-buku motivasi Jim Rohn.
Dari Jim Rohn, Tony kemudian belajar jadi motivator dan penulis buku-buku pengembangan diri. Tony lalu meniti karier sebagai motivator. Ia menulis berbagai buku motivasi dan mendapatkan pengakuan publik karenanya.
Meski begitu, sejumlah kontroversi sempat hilir mudik dari sosok satu ini. Salah satunya pada 1995 ketika Robbins Research International (RII) yang ia bangun terjerat kasus hukum. Atau, seperti pada 2000, Tony sempat didakwa atas dugaan pelanggaran hak cipta.
Kontroversi juga menghinggapinya pada 2012 ketika San Jose Mercury Newsmerilis laporan tentang sejumlah peserta seminar Tony terbakar dan cedera. Kasus ini berpangkal pada metode motivasi yang dikembangkan Tony, yakni secara harfiah, berjalan di atas bara api.
