Di bidang penerimaan negara, Purbaya menyoroti perbaikan signifikan pada penerimaan perpajakan. Hingga Mei 2026, penerimaan pajak tumbuh 22,1% secara tahunan. Penerimaan kepabeanan dan cukai juga tumbuh positif sebesar 0,7%, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) meningkat 19,9%.
Ia membandingkan capaian tersebut dengan kondisi pada periode yang sama tahun lalu, ketika penerimaan pajak masih terkontraksi 11,3% dan PNBP turun 33,2%.
“Jadi, ada perbaikan yang signifikan di pajak utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Tahun lalu full year pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif. Mungkin ke depan akan tumbuh 20,5%,” tuturnya
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Purbaya juga menilai percepatan belanja negara berjalan sesuai rencana pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Belanja kementerian/lembaga meningkat 58,9%, belanja non-kementerian/lembaga naik 47%, sementara transfer ke daerah mengalami penurunan tipis sebesar 4,9%.
Menurutnya, kombinasi antara peningkatan penerimaan dan pengelolaan belanja yang terjaga membuat kondisi fiskal Indonesia semakin berkelanjutan. Hal itu tercermin dari surplus keseimbangan primer yang kembali positif sebesar Rp58,6 triliun.
Ia pun membantah berbagai anggapan yang menyebut pengelolaan anggaran pemerintah dilakukan secara agresif dan berisiko terhadap stabilitas ekonomi maupun nilai tukar rupiah.
“Anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Jangan dibilang ugal-ugalan atau membuat anggaran yang kacau sehingga mengganggu stabilitas tukar rupiah,” katanya.
Purbaya menegaskan berbagai indikator fiskal menunjukkan kondisi yang sehat, mulai dari peningkatan penerimaan negara, pertumbuhan belanja yang terukur, hingga defisit yang tetap terkendali.
“Saya agak bingung dari mana. Dari sini bagus semua, penerimaan naik, nilainya naik, defisitnya terjaga. Jadi kondisi fiskal amat baik,” kata bendahara negara.
