IMF, Bank Dunia, IEA dan WTO Peringatkan Krisis Selat Hormuz Ancam Ekonomi Global

Ilustrasi aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz [Unsplash/Hisham]
Ilustrasi aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz [Unsplash/Hisham]
0 Komentar

Ia mengatakan Amerika Serikat harus meninggalkan anggapan bahwa langkah-langkah Iran terkait Selat Hormuz hanya bersifat lokal atau jangka pendek. “Negara-negara kawasan juga harus menerima kenyataan ini dan bertindak sesuai dengan aturan Iran,” ujar Azizi.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan terkait pengelolaan dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia.

AS akan Awasi Selat Hormuz

Sementara itu, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Selat Hormuz tidak akan dikendalikan oleh Iran maupun negara lain. Menurut dia, AS akan mengawasi jalur perairan strategis tersebut agar tetap terbuka bagi semua pihak.

Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag

“Tidak, selat itu akan terbuka bagi semua pihak. Itu adalah perairan internasional, tidak ada yang akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya, kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya,” kata Trump dalam rapat kabinet, Rabu (27/5/2026).

Trump mengatakan isu mengenai Selat Hormuz saat ini masih dinegosiasikan dengan Iran. Ia juga menyatakan bahwa meskipun Iran ingin menguasai selat tersebut, hal itu tidak akan terjadi.

Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz pada 13 April. Washington menyatakan kapal non-Iran tetap bebas melintasi jalur perairan tersebut selama tidak membayar biaya kepada Teheran.

Pemerintah Iran belum mengumumkan pemberlakuan pungutan tersebut. Namun, rencana terkait hal itu disebut telah dibahas. Pada awal Mei, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan ingin keluar dari kawasan tersebut.

Sehari setelah diluncurkan, Trump menunda operasi itu untuk melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran. Pada Selasa, Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) membantah laporan yang menyebut pihaknya kembali mengawal kapal-kapal yang melintas di jalur perairan tersebut.

0 Komentar