MAJELIS Etik Ombudsman menyebut sistem rekrutmen pimpinan Ombudsman RI harus diperbaiki. Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman 2026-2031 pun disebut dibentuk dalam suasana politik yang tidak kondusif dan harus dievaluasi.
Ketua Majelis Etik Ombudsman, Jimly Asshiddiqie, mengusulkan agar dalam DIM RUU Ombudsman yang telah masuk prolegnas dimasukkan poin bahwa Ketua Ombudsman dipilih oleh anggotanya sebagaimana lembaga independen lain di Indonesia. Hal ini disampiakan Jimly saat konferensi pers progres pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik Ketua Ombudsman 2026-2031 Hery Susanto.
“Dari pengalaman kemarin, enggak (Ketua Ombudsman tidak dipilih anggotanya). Ada perwakilan dari anu, perwakilan dari pemerintah kebanyakan. Suasana politik tidak kondusif, jadi repot. Maka evaluasi pansel itu penting buat semua lembaga negara. Ini penting buat Presiden dan Sekretariat Negara, dan para menteri yang terkait dengan pembentukan pansel itu,” kata Jimly saat konferensi pers di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag
“Kami merekomendasikan, satu, antara lain, soal sistem rekrutmen melalui pansel. Pansel itu harus dievaluasi. Enggak bisa pansel yang kayak kemarin dan ini bukan hanya untuk ORI. Semua lembaga-lembaga independen harus kembali mengevaluasi sistem rekrutmennya agar sungguh-sungguh sesuai dengan maksud utama dibentuknya pansel,” tambah Jimly.
Lebih lanjut, Jimly juga menjelaskan soal mantan Ketua Ombudsman Muhammad Najih yang memberikan rekomendasi agar Hery yang sebelumnya merupakan Komisioner Ombudsman 2021-2026 dapat menjadi Ketua Ombudsman 2026-2031.
Sebagai informasi, Hery ditangkap oleh Kejaksaan Agung akibat kasus dugaan penerimaan imbalan dalam pembuatan laporan hasil pemeriksaan di internal Ombudsman. Dia menjadi tersangka setelah enam hari menjabat sebagai Ketua Ombudsman 2026-2031.
Sementara itu, Anggota Majelis Etik, Siti Zuhro, mengatakan Najih bukan hanya memberikan rekomendasi untuk Hery saja, melainkan untuk tiga calon lainnya. Katanya, rekomendasi tersebut hanya administratif belaka.
“Tadi saya tanya, mengapa dikasih endorsement (rekomendasi)? Sementara secara internal, keriuhan terjadi. Eksternal juga sudah memublikasikan itu. Mestinya tidak memberikan endorsement kan, saya bilang gitu. Tapi, endorsement itu hanya umum saja. Seolah-olah silakan, standar saja, administratif gitu,” kata Siti.
