Ini Poin-Poin Kesepakatan AS dan Iran demi Perpanjang Gencatan Senjata

Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
0 Komentar

Masalah uranium diperkaya selama ini mejadi perdebatan utama antara AS dan Iran. Iran diyakini saat ini memiliki 440 kilogram uranium dengan pemurnian di level 50 persen, sedikit lagi ke angka 90 persen yang adalah syarat minimal uranium bisa dijadikan material bom nuklir.

Teheran selama bertahun-tahun menegaskan bahwa program nuklir mereka hanya untuk kepentingan sipil dan tidak berniat membuat senjata nuklir. Namun Israel, AS, dan negara-negara Barat lainnya menuduh Iran faktanya mempersiapkan kapasitas untuk membuat bom nuklir. Mereka berargumen, level pemurnian 60 persen jauh di atas yang dibutuhkan untuk kepentingan energi sipil, di antara 3-5 persen.

AS menuntut stok 440 kg uranium diperkaya diserahkan, namun Iran menolak. Dilaporkan Iran berseida mentransfer uranium 60 persen ke negara ketiga, namun pekan lalu, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei mengeluarkan perintah bahwa uranium diperkaya Iran tidak boleh keluar dari negara Iran.

Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag

Diketahui, dua hari sebelum AS dan Israel melancarkan serangan yakni pada negosiasi di Jenewa, Swiss pada 26 Februari 2026, Teheran menawarkan solusi untuk mendilusi stok uranium mereka dari 60 persen menjadi 3,67 persen. Level yang ditawarkan Iran itu sama dengan perjanjian JCPOA pada 2015 yang pada 2020 dibatalkan secara sepihak oleh Trump.

Bantuan dan sanksi

MoU antara AS dan Iran dilaporkan mengandung sebuah mekanisme bagi Iran untuk menerima bantuan kemanusiaan. Sebagai tambahan, AS akan berkomitmen untuk mendiskusikan pencabutan sanksi dan pelepasan aset-aset Iran di luar negeri.

Iran adalah negara yang selama ini menerima sanksi paling berat, khususnya sanksi yang dijatuhkan oleh AS selama beberapa dekade. Sanksi pernah diangkat berdasarkan perjanjian JCOPA pada 2015 namun, Trump kemudian membatalkan perjanjian itu yang mengakibatkan miliaran dolar AS aset Iran di bank-bank internasional hingga kini masih dibekukan.

Lebanon

Menurut laporan media, perang Israel di Lebanon, di mana Zionis telah menduduki sebagian besar wilayah di selatan Lebanon, akan berakhir di bawah perjanjian MoU antara AS dan Iran. Israel berdalih menyerang basis Hizbullah di selatan Lebanon dan menolak Lebanon masuk dalam klausul perjanjian perdamaian AS-Iran.

0 Komentar