Penembak Gedung Putih Ternyata Sudah Dikenal Secret Service

Nasire Best
Nasire Best
0 Komentar

TEKA-teki mengenai jati diri pria bersenjata yang nekat memberondong pos keamanan di luar Gedung Putih akhirnya terkuak. Otoritas keamanan federal mengidentifikasi pelaku yang tewas diterjang timah panas tersebut sebagai pemuda berusia 21 tahun bernama Nasire Best.

Melansir laporan BBC melalui mitra medianya di AS, CBS, Minggu (24/5/2026), identitas pelaku terungkap setelah agen intelijen melakukan pencocokan data pasca-insiden berdarah yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sore waktu setempat.

Rupanya, nama Nasire Best bukan orang baru dalam daftar hitam aparat keamanan di pusat pemerintahan Washington DC.

Pernah Terobos Gedung Putih dan Masuk RS Jiwa

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Catatan hitam kepolisian menunjukkan bahwa Best memiliki rekam jejak kedaruratan psikologis yang cukup mengkhawatirkan. Sumber internal penegak hukum membeberkan, pemuda ini pernah ditangkap oleh Dinas Rahasia AS alias Secret Service pada Juli 2025.

Modusnya hampir serupa dengan aksi nekatnya yang terakhir. Kala itu, Best mencoba menyusup dan menerobos masuk secara ilegal ke dalam kompleks utama Gedung Putih.

Pasca-penangkapan setahun lalu, proses hukum terhadap Best sempat dialihkan ke koridor medis. Atas rekomendasi otoritas keamanan, ia langsung dikirim ke bangsal psikiatri rumah sakit setempat guna menjalani perawatan intensif akibat gangguan kesehatan mental yang diidapnya. Namun sayangnya, penanganan medis tersebut gagal meredam aksi destruktif Best di masa depan.

Kronologi Penembakan Brutal di Ring Satu

Dalam aksi teranyarnya, nasib Best berakhir di ujung senapan aparat. Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, menjelaskan peristiwa bermula tepat setelah pukul 18.00 sore. Best yang berdiri di dekat perimeter luar keamanan tiba-tiba merogoh tasnya.

“Ia mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya dan langsung mulai melepaskan tembakan secara membabi buta,” kata Guglielmi dalam pernyataan resminya.

Melihat ancaman fatal di depan mata, reaksi taktis langsung diambil. “Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” lanjutnya.

Akibat kontak senjata jarak pendek ini, seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi ikut terserempet peluru nyasar. Kendati demikian, Secret Service memastikan tidak ada satu pun personel mereka yang terluka.

0 Komentar