BAGI banyak orang, kopi adalah ‘penyelamat mood’ di pagi hari. Aromanya menenangkan, rasanya nikmat, dan efeknya bisa bikin tubuh terasa lebih segar.
Kabar baik untuk coffee lovers, ternyata, manfaat kopi tak hanya sampai di situ. Penelitian terbaru menemukan bahwa minuman favorit jutaan orang ini berpotensi membantu menjaga stres dan kecemasan tetap terkendali-asal dikonsumsi dalam jumlah yang pas.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menemukan adanya kaitan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental. Seperti dilansir dari Real Simple, penelitian tersebut menggunakan data dari UK Biobank, basis data kesehatan yang mencatat informasi demografi dan kondisi medis hampir 500 ribu orang.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Hasil analisa menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang, cenderung lebih rendah mengalami stres maupun gangguan suasana hati, dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Namun, ada satu hal penting. Jumlahnya harus tepat dan jangan berlebihan.
Menurut studi tersebut, manfaat optimal bagi kesehatan mental bisa didapatkan dengan konsumsi sekitar dua cangkir kopi per hari, dengan batas maksimal tiga cangkir. Konsumsi kopi secara berlebihan bisa memicu efek sebaliknya.
Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan detak jantung meningkat, rasa gelisah, cemas, mudah marah, hingga gangguan tidur. Semuanya merupakan faktor yang bisa memperburuk mood dan tingkat stres.
Penelitian ini juga mencatat bahwa satu cangkir kopi yang dimaksud setara dengan sekitar 8 ons atau kurang lebih 240 ml. Artinya, segelas kopi ukuran venti yang biasa dipesan di kedai kopi mungkin sudah memenuhi kebutuhan harian untuk memperoleh manfaat serupa.
Menariknya, manfaat ini ternyata bukan semata-mata soal kafein. Penggemar kopi decaf alias tanpa kafein tak perlu khawatir, karena penelitian tersebut menemukan bahwa kopi tanpa kafein juga menunjukkan efek yang mirip terhadap kesehatan mental.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Nature Communications pada April lalu menemukan kemungkinan penyebabnya, yaitu hubungan antara kopi dan kesehatan usus. Baik peminum kopi berkafein maupun decaf diketahui memiliki komposisi mikrobioma usus yang berbeda dibandingkan orang yang tidak minum kopi.
