Nasib 9 WNI di Tangan Israel Masih Misterius, Pemerintah Kesulitan Akses Info

Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. (YouTube/Global Sumud Flotilla)
Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. (YouTube/Global Sumud Flotilla)
0 Komentar

MENTERI Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengungkapkan Pemerintah Indonesia menghadapi hambatan besar dalam memantau kondisi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh Israel di perairan internasional. Keterbatasan akses komunikasi menjadi pemicu utama sulitnya pencarian informasi terkait para relawan kemanusiaan tersebut.

Sugiono mengungkap, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan komunikasi dengan Yordania dan Turki untuk memastikan kondisi relawan pada armada kapal kemanusiaan Global Sumus Flotilla (GSF) yang diculik oleh Israel.

“Kita sudah melakukan komunikasi temen-teman di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Sugiono mengapresiasi semangat para relawan, sebab bertujuan untuk membantu Palestina. Katanya, koordinasi masih diupayakan sebab pemerintah tak memiliki hubungan langsung.

“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Sugiono.

Berdasarkan informasi terakhir, Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa terdapat penambahan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh Israel di perairan internasional.

Pembaruan informasi tersebut terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026, dan Kemlu menggunakan istilah ‘ditangkap’ untuk melaporkan situasi penculikan yang dilakukan Israel 9 WNI dan sejumlah warga negara lain yang tergabung dalam kapal misi damai Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

“Berdasarkan informasi terkini [07.13 WIB], 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Yvonne dalam keterangan pers tertulis, Rabu (20/5/2026).

Yvonne menegaskan bahwa Kemlu terus melakukan pendekatan diplomatis dan intensif dengan otoritas setempat untuk melindungi para WNI yang diculik tersebut.

0 Komentar