Dokter RSCM Sebut Mata Andrie Yunus Bisa Cacat Permanen

Kondisi Andrie Yunus setelah penyiraman air keras pada Kamis lalu yang ditampilkan oleh pihak kepolisian di Po
Kondisi Andrie Yunus setelah penyiraman air keras pada Kamis lalu yang ditampilkan oleh pihak kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (16/3).
0 Komentar

KERUSAKAN mata yang dialami Andrie Yunus, korban penyiraman air keras oleh prajurit TNI, berpotensi menjadi cacat permanen. Pernyataan tersebut ditegaskan oleh dokter spesialis mata RSCM, Faraby Martha, saat memberikan kesaksian ahli dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Hakim anggota bertanya pada Faraby terkait kemungkinan Andrie Yunus mengalami cacat permanen akibat perbuatan terdakwa penyiraman air keras Serda Edi Sudarko, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetya, dan Lettu Sami Lakka.

“Berarti luka yang ada di matanya atau trauma yang ada di mata korban ini kemungkinan akan terjadi cacat permanen?” tanya hakim anggota kepada Faraby dalam sidang, Rabu.

“Bisa,” jawab Faraby.

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Hakim anggota bertanya kembali pada Faraby, soal kemungkinan mata Andrie Yunus dapat pulih usai penyiraman air keras. Namun, menilik kondisi korban saat ini, kemungkinan untuk mata pulih terbilang kecil.

“Bisa juga pulih? Tapi kemungkinannya kecil?” tanya hakim anggota.

“Bisa,” ungkap Faraby.

Faraby menuturkan, kondisi mata milik Andrie Yunus dalam keadaan rusak parah usai terkena siraman air keras. Bola mata Andrie Yunus yang sempat jebol memang dapat dipulihkan secara fisik, namun dia tak bisa menjamin penglihatannya kembali seperti semula.

“Walaupun kami sudah berusaha membentuk bola matanya tetap membentuk bola, berbentuk bola karena sempat begitu, sudah kami tambal. Tapi untuk fungsi, sepengalaman saya dengan kasus-kasus trauma kimia yang ada, sulit untuk bisa melihat,” jelasnya.

Faraby pun mengatakan, hingga saat ini, Andrie Yunus masih menggunakan obat tetes yang bersifat antibiotik untuk penyembuhan luka di matanya. Oleh karenanya, Faraby menegaskan bahwa Andrie hingga saat ini tak bisa datang ke lokasi terbuka yang dipenuhi publik.

“Sedangkan pasien sendiri masih memakai obat obatan antibiotik untuk sebagai pencegahan infeksi itu, tapi tentu saja keadaan-keadaan atau situasi yang memicu infeksi itu harus dihindari,” tegasnya.

0 Komentar