ENAM orang yang berada di atas kapal pesiar terkait wabah hantavirus dibawa ke pusat karantina di Australia setelah tiba menggunakan penerbangan evakuasi dari Belanda.
Menurut laporan Australian Broadcasting Corporation pada Jumat, 15 Mei 2026, kelompok tersebut terdiri dari empat warga negara Australia, satu penduduk tetap, dan satu warga Selandia Baru.
Mereka dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala sebelum keberangkatan. Menteri Kesehatan Federal Australia Mark Butler mengatakan mereka “masih dalam kondisi sehat.”
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Keenam orang itu akan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk tes PCR tambahan serta masa karantina selama tiga pekan.
Butler sebelumnya mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan pengawasan tambahan mengingat masa inkubasi hantavirus yang dapat mencapai sekitar 42 hari.
“Kami tidak akan membiarkan apa pun terjadi yang tidak sesuai dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai masa inkubasi virus ini,” katanya, dikutip dari Anadolu, Jumat, 15 Mei 2026.
Pesawat Evakuasi Akan Didekontaminasi
Awak penerbangan dan seorang dokter yang berada di dalam pesawat juga diperkirakan menjalani karantina sukarela selama dua pekan di fasilitas tersebut.
Butler mengatakan seluruh penumpang di dalam penerbangan menggunakan alat pelindung diri lengkap atau PPE selama perjalanan. Pesawat yang digunakan untuk evakuasi juga akan menjalani proses dekontaminasi.
WHO pada 4 Mei mengonfirmasi adanya kasus penyakit pernapasan serius di kapal pesiar MV Hondius sebagai bagian dari klaster hantavirus.
Hantavirus merupakan penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui tikus atau kotorannya yang terinfeksi. Namun, jenis virus dalam wabah kali ini juga dapat menular antarmanusia.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengklasifikasikan wabah tersebut sebagai respons darurat Level 3, tingkat aktivasi darurat terendah lembaga itu.
Menurut WHO, wabah yang melibatkan strain Andes dari hantavirus itu telah menyebabkan 11 kasus, termasuk tiga kematian.
