LIGA Arab kembali melontarkan desakan keras kepada komunitas internasional agar segera bertindak menghentikan pendudukan Zionis Israel atas Palestina.
Seruan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Nakba ke-78, yang tahun ini berlangsung di tengah perang dahsyat di Jalur Gaza dan meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur.
Dilansir dari kantor berita WAFA, Jumat (15/5/2016), Liga Arab mendesak perlindungan internasional bagi rakyat Palestina dan meminta komunitas global untuk memaksa ZIonis Israel agar menghentikan pendudukan ilegal mereka atas tanah Palestina, termasuk Yerusalem Timur.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Peringatan Nakba tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia Arab untuk kembali mengingat tragedi pengusiran massal rakyat Palestina pada 1948.
Peristiwa yang dikenal sebagai Nakba atau “malapetaka” itu telah menyebabkan jutaan warga Palestina kehilangan tanah, rumah, dan hak hidup mereka hingga kini.
Tekanan Jalankan Putusan Mahkamah Internasional
Organisasi regional itu juga mendesak Zionis agar menjalankan pendapat penasihat Mahkamah Internasional (ICJ) tentang ilegalitas pendudukan tersebut dan memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.
Seruan tersebut memperlihatkan meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel di tengah kecaman internasional terkait agresi militer yang terus berlangsung di Gaza.
Putusan dan pendapat hukum internasional kini menjadi salah satu instrumen utama yang digunakan negara-negara Arab untuk memperjuangkan hak rakyat Palestina.
Yerusalem Timur Jadi Fokus
Dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan 78 tahun Nakba Palestina, Sektor Liga Arab untuk Palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki menekankan perlunya mengakhiri ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina dan melanjutkan upaya internasional untuk mengakhiri pendudukan Zionis Israel atas wilayah yang diduduki sejak 1967.
Ditegaskan juga penting untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya sesuai dengan solusi dua negara, hukum internasional, dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Yerusalem Timur, di mana Masjid Al-Aqsa berada, kembali menjadi sorotan utama karena wilayah tersebut memiliki arti penting secara politik, historis, dan spiritual bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi.
Dunia Arab menilai berbagai kebijakan Zionis Israel di kawasan itu semakin memperumit upaya perdamaian.
