Kritik Pemukiman Zionis
Peringatan Nakba tahun ini berlangsung di tengah perang di Jalur Gaza dan eskalasi tindakan Zionis di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Pernyataan itu juga mengkritik perluasan pemukiman, pengusiran paksa, serangan oleh para pemukim serta kebijakan yang menargetkan situs-situs suci Islam dan Kristen.
Kebijakan pemukiman ilegal Zionis Israel dinilai menjadi salah satu hambatan terbesar bagi terwujudnya solusi dua negara.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Selain itu, meningkatnya kekerasan oleh pemukim Zionis Israel di Tepi Barat turut memperburuk kondisi keamanan dan kemanusiaan warga Palestina.
UNRWA Diminta Tetap Didukung
Lebih lanjut, Liga Arab memperingatkan upaya-upaya untuk melemahkan kerja UNRWA, menekankan peran penting badan PBB tersebut dalam mendukung pengungsi Palestina.
Selain itu, pihaknya juga menyerukan pendanaan berkelanjutan yang bebas tekanan politik.
UNRWA selama ini menjadi tulang punggung bantuan kemanusiaan bagi jutaan pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan Yordania.
Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk, dukungan terhadap lembaga tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup rakyat Palestina.
