PRESIDEN China Xi Jinping memperingatkan Amerika Serikat bahwa hubungan kedua negara bisa mengalami benturan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan tepat. Kantor berita Xinhua pada Kamis (14/5/2026) melaporkan bahwa Xi menyampaikan peringatan itu kepada Presiden AS Donald Trump saat jamuan di Balai Agung Rakyat, Beijing.
“Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Jika tidak, kedua negara akan mengalami benturan bahkan konflik yang membahayakan seluruh hubungan,” kata Xi.
Ia menyebut Taiwan sebagai “isu terpenting dalam hubungan China-AS” dan mengatakan bahwa perdamaian di Selat Taiwan tidak dapat berjalan seiring dengan kemerdekaan Taiwan. Menurut Xi, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan kepentingan bersama terbesar kedua negara.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Selain Taiwan, kedua pemimpin juga membahas konflik Timur Tengah, perdagangan, dan tarif. Pada Senin, Trump mengatakan akan membahas dukungan AS terhadap pertahanan Taiwan bersama Xi.
Menurut laporan The New York Times, kelompok senator bipartisan mendesak Trump melanjutkan paket senjata senilai 14 miliar dolar AS (sekitar Rp245,3 triliun) untuk Taiwan yang tertunda selama berbulan-bulan di Departemen Luar Negeri AS.
Sebagai pemasok utama senjata Taiwan, AS menyetujui penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS tahun lalu, yang memicu protes dari Beijing. China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taiwan mempertahankan posisinya sebagai pemerintahan independen sejak 1949.
Trump sebelumnya menyatakan akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Xi. Isu tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu prioritas dalam pertemuan puncak Trump dan Xi selama dua hari pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026).
Kunjungan itu menjadi lawatan pertama bagi presiden Amerika Serikat ke China sejak November 2017. Saat itu, Trump datang ke Beijing di masa jabatan pertamanya.
Trump dan Xi terakhir bertemu pada Oktober tahun lalu di Korea Selatan dan sepakat menghentikan sementara perang dagang kedua negara selama satu tahun.
Menurut Gedung Putih, pertemuan terbaru Trump dan Xi itu akan dimulai Kamis pagi setelah upacara penyambutan resmi. Kedua pemimpin dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven pada Kamis sore sebelum menghadiri jamuan kenegaraan.
