LAPORAN Wall Street Journal (WSJ) mengungkap dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam operasi militer rahasia terhadap Iran di tengah eskalasi konflik kawasan pada 2026.
Dalam laporan tersebut, UEA disebut menjadi satu-satunya negara selain Israel dan Amerika Serikat yang diduga terlibat aktif dalam kampanye udara terhadap Iran. Namun, pemerintah UEA belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini.
Serangan ke Kilang Minyak Pulau Lavan
Salah satu operasi yang disorot adalah serangan terhadap fasilitas energi Iran di Pulau Lavan, Teluk Persia. Target utama disebut infrastruktur kilang minyak strategis.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan:
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
- Kebakaran besar di fasilitas kilang
- Gangguan operasional selama beberapa bulan
- Balasan Iran berupa serangan drone dan rudal ke wilayah UEA dan Kuwait
Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada awal April 2026, menjelang akhir fase kampanye udara intensif di kawasan.
Eskalasi Ketegangan Regional
Menurut analis, keterlibatan UEA mencerminkan meningkatnya ketegangan panjang antara Teheran dan Abu Dhabi. Hubungan kedua negara sebelumnya telah memburuk sejak berbagai insiden regional, termasuk serangan terhadap infrastruktur UEA yang dikaitkan dengan kelompok proksi Iran.
Sejumlah peristiwa penting yang memperburuk hubungan kedua negara antara lain:
- Penurunan aktivitas diplomatik sejak pertengahan 2010-an
- Serangan terhadap fasilitas UEA pada awal 2020-an
- Normalisasi hubungan UEA–Israel melalui Abraham Accords yang memicu ketegangan dengan Iran
- Modernisasi Militer UEA
Laporan juga menyoroti modernisasi militer UEA yang memungkinkan operasi udara jarak jauh. Armada utamanya meliputi:
- F-16E/F Block 60 Desert Falcon (AS)
- Mirage 2000-9 (Prancis)
Kombinasi teknologi Barat tersebut disebut menjadi faktor penting dalam peningkatan kemampuan tempur udara UEA.
Situasi Masih Memanas
Hingga kini, situasi di kawasan Teluk Persia masih tegang meski ada upaya mediasi internasional. Iran, UEA, Kuwait, dan Qatar dilaporkan masih berada dalam kondisi siaga akibat ancaman serangan lanjutan dan aktivitas drone.
