Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius: Warga Prancis yang Dievakuasi Positif

Petugas medis evakuasi pasien dari kapal pesiar MV Hondius diduga infeksi hantavirus, ke ambulans setelah di
Petugas medis evakuasi pasien dari kapal pesiar MV Hondius diduga infeksi hantavirus, ke ambulans setelah diterbangkan ke bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, Rabu, 6 Mei 2026. (AP - Peter Dejong)
0 Komentar

OTORITAS Prancis melaporkan kasus pertama hantavirus setelah seorang warga negaranya yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. Informasi itu disampaikan Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, pada Senin (11/5/2026).

Pasien tersebut merupakan satu dari lima warga Prancis yang dipulangkan dari kapal dan saat ini menjalani isolasi di Paris. Menurut Rist, perempuan itu mulai merasa sangat tidak sehat pada Ahad malam dan hasil tes kemudian menunjukkan positif hantavirus.

Empat penumpang Prancis lainnya dinyatakan negatif, namun akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan. Otoritas kesehatan Prancis juga mengungkapkan bahwa sejauh ini terdapat 22 kasus kontak hantavirus yang telah teridentifikasi di negara tersebut, demikian seperti dilansir laman France24, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Operasi evakuasi penumpang kapal terus berlangsung hingga Senin. Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan sebanyak 94 orang dari 19 negara telah dievakuasi pada Ahad. Sebagian besar dari hampir 150 penumpang dan awak kapal yang berasal dari 23 negara dijadwalkan dipulangkan melalui sejumlah penerbangan menuju negara masing-masing, termasuk Australia dan Belanda.

Proses evakuasi dilakukan di pelabuhan industri Granadilla di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Para penumpang terlihat turun dari kapal dengan mengenakan pakaian medis berwarna biru sebelum dibawa menggunakan bus militer menuju Bandara Tenerife Selatan untuk diterbangkan pulang.

Pemerintah Spanyol menegaskan telah menerapkan seluruh langkah pencegahan guna memutus rantai penularan virus. Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut seluruh prosedur pengendalian dan pencegahan telah dilakukan sejak awal operasi.

“Pasien asal Prancis mulai menunjukkan gejala saat berada dalam penerbangan, bukan ketika masih berada di kapal,” kata Kementerian Kesehatan Spanyol.

Sebuah pesawat yang membawa puluhan penumpang telah tiba di Belanda, termasuk warga Belgia, Yunani, Jerman, Guatemala, dan Argentina. Sementara penerbangan lain yang membawa warga Kanada, Turki, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat juga telah diberangkatkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan karantina selama 42 hari disertai pemantauan aktif terhadap gejala seperti demam. Direktur kesiapsiagaan epidemi dan pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan pemeriksaan harian perlu dilakukan untuk seluruh orang yang berpotensi terpapar.

0 Komentar