WARGA sekitar indekos My Kost di Jalan Ariodillah, Kelurahan 20 Ilir DIII, Palembang, heboh dengan penemuan mayat pejabat Kementerian HAM Sumatera Selatan di kamar kos. Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban.
Korban berinisial MY (39) itu merupakan warga Jakarta yang menjabat Kabid Pelayanan Kepatuhan Kemenham Sumsel. Dia ditemukan rekannya Selasa (12/5/2026) siang. Rekan tersebut curiga lantaran tak ada kabar dari korban selama beberapa waktu.
Korban ditemukan tergeletak di kamar indekos yang dia tempati. Polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Kepala Kanwil Kemenham Sumsel, Hendry Marulitua, mengungkapkan korban sempat masuk kantor pagi harinya. Pukul 9.00 pagi, korban lantas pamit pulang ke indekos untuk istirahat karena merasa kesehatannya menurun.
“Dia (korban) pamit pulang, katanya mau istirahat, dia mengeluh tidak enak badan,” ungkap Hendry.
Sesampai di kamar kost, korban sempat dikerok dan dipijat rekannya dengan maksud meringankan sakitnya. Dua jam kemudian, korban ditemukan sudah meninggal dunia.
Mendapat kabar itu, Hendry mengaku langsung menuju ke lokasi. Dia tak menyangka salah seorang anak buahnya meninggal dunia secara mendadak.
“Almarhum tinggal sendiri di kost itu, sementara keluarganya tinggal di Jakarta,” kata Hendry.
Perwira Pengawas Polrestabes Palembang, Ipda Adityan Ammar Syahputra, mengatakan jenazah MY telah dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk pemeriksaan. Dari pemeriksaan fisik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban sehingga diduga kematiannya akibat sakit.
“Tidak ditemukan unsur pidana, hanya ada bekas kerokan di bagian punggung. Dugaan kuat akibat sakit,” kata Adityan.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Meski demikian, polisi masih menunggu kesepakatan keluarga untuk tindak lanjut, apakah diperlukan autopsi atau tidak.
