Drama Gedung Putih: Trump Samber Wakil Presiden di Depan Umum, Tak Restui Maju 2028

Trump mengatakan Vance, Rubio bisa menjadi tiket \'tim impian\' 2028
Trump mengatakan Vance, Rubio bisa menjadi tiket \'tim impian\' 2028
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mempertontonkan gaya politik ‘The Apprentice’ di panggung tertinggi kekuasaan. Dalam sebuah acara makan malam di Rose Garden Gedung Putih guna memperingati National Police Week, Senin (11/5/2026) waktu setempat, Trump secara terbuka melakukan jajak pendapat mengenai siapa yang lebih disukai khalayak untuk menjadi penerusnya di 2028: Wakil Presiden J.D. Vance atau Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Aksi ini menjadi sorotan tajam lantaran dilakukan langsung di hadapan J.D. Vance yang hadir di lokasi. Meski sempat menyebut pasangan Vance-Rubio sebagai ‘Dream Team’, Trump justru memberikan pernyataan yang dianggap mempermalukan sang Wakil Presiden di depan publik.

‘Dream Team’ Tanpa Restu

Di sela-sela pidatonya di depan aparat penegak hukum, Trump meminta respons audiens mengenai kedua sosok tersebut. “Siapa yang suka J.D. Vance? Siapa yang suka Marco Rubio? Oke, kedengarannya seperti tiket yang bagus,” ujar Trump yang disambut tepuk tangan riuh bagi Vance, sementara Rubio mendapatkan sambutan yang lebih tipis.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Namun, kejutan muncul saat Trump memberikan catatan kaki yang dingin. “Omong-omong, saya percaya itu adalah dream team. Tapi itu detail kecil. Itu tidak berarti kalian mendapatkan dukungan (endorsement) saya dalam keadaan apa pun,” tegas Trump.

Pernyataan ‘tanpa dukungan’ ini terasa sangat kontras karena diucapkan tepat saat Vance berdiri hanya beberapa meter dari sang Presiden. Para pengamat menyebut ini adalah bentuk penghinaan publik yang brutal terhadap orang nomor dua di Amerika Serikat tersebut.

Persaingan Panas Vance vs Rubio

Di balik layar, rivalitas antara Vance (41) dan Rubio (54) memang terus memanas. Meski Vance memenangkan jajak pendapat internal di kalangan basis konservatif (CPAC), posisi Rubio belakangan ini justru terlihat lebih ‘naik daun’ di mata Trump.

Pekan lalu, Trump justru mengirim Rubio—bukan Vance—ke Vatikan untuk bertemu Paus Leo XIV. Rubio juga dipercaya mengisi posisi Sekretaris Pers Gedung Putih saat Karoline Leavitt berhalangan.

Sebaliknya, performa Vance di jalur diplomasi luar negeri baru-baru ini dinilai kurang memuaskan, termasuk kegagalan misinya di Hongaria dan negosiasi damai dengan Iran di Pakistan yang tak membuahkan hasil.

0 Komentar