Dampak Polemik Penilaian Viral, Setjen MPR Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar

Viral seorang siswa di kegiatan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ( Kalba
Viral seorang siswa di kegiatan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar ) mengkritik dewan juri saat acara siaran langsung yang ditayangkan di Youtube MPR RI pada Sabtu (9/5/2026). (Tangkapan layar YouTube MPR)
0 Komentar

SEKRETARIAT Jenderal (Setjen) MPR RI mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) pada Lomba Cerdas Cermat(LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil menyusul polemik kesalahan penilaian yang viral di media sosial.

Melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (12/5), Setjen MPR RI mengakui adanya kelalaian dalam babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5) lalu. Pihak penyelenggara juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi Setjen MPR RI.

Kronologi Kesalahan Penilaian yang Viral

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Polemik ini bermula saat babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau. Berdasarkan rekaman video di kanal YouTube MPRGOID, terjadi insiden pada sesi pertanyaan rebutan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban lengkap: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Namun, juri justru memberikan nilai minus lima karena menganggap jawaban tersebut salah.

Ironisnya, ketika pertanyaan dilempar ke Regu B (SMAN 1 Sambas) yang memberikan jawaban identik, juri justru menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai sepuluh. Upaya protes dari siswi Regu C yang menegaskan bahwa mereka telah menyebutkan kata “DPD” ditolak oleh dewan juri dengan alasan artikulasi yang tidak jelas.

“Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” ujar salah satu juri dalam rekaman tersebut.

Evaluasi Menyeluruh dan Komitmen Sportivitas

Menanggapi respons juri yang dinilai tidak objektif oleh warganet, MPR RI berkomitmen untuk melakukan evaluasi total. Evaluasi akan mencakup aspek teknis pelaksanaan, mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola penanganan keberatan peserta.

0 Komentar