KEPALA otoritas penerbangan sipil Israel, Shmuel Zakay, memperingatkan pemerintah Tel Aviv bahwa Bandara Ben Gurion secara efektif telah menjadi “pangkalan militer” Amerika Serikat (AS). Aktivitas militer di bandara internasional utama Israel itu mengganggu penerbangan sipil dan mengancam maskapai penerbangan.
Laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (12/5/2026), menyebutkan bahwa Zakay telah menyampaikan peringatan tersebut kepada Menteri Transportasi Israel Miri Regev dan Direktur Jenderal Kementerian Transportasi Moshe Ben Zaken.
Dalam peringatannya, Zakay menyebut aktivitas militer di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv telah menunda kembalinya maskapai-maskapai penerbangan asing dan meningkatkan harga tiket menjelang musim pariwisata musim panas.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Beberapa pekan terakhir, media-media lokal Israel merilis foto-foto yang menunjukkan puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, ditempatkan di bandara tersebut di tengah dukungan militer Washington yang berkelanjutan untuk Tel Aviv.
“Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merugikan kembalinya maskapai-maskapai penerbangan asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai-maskapai penerbangan Israel,” kata Zakay, seperti dikutip Yedioth Ahronoth.
Ketegangan regional sejak dimulainya perang antara Israel dan AS melawan Iran pada 28 Februari lalu, telah secara signifikan mempengaruhi lalu lintas udara sipil, dengan maskapai penerbangan Tel Aviv memindahkan banyak pesawat ke luar negeri — beberapa di antaranya belum kembali.
Zakay mengatakan bahwa institusi militer Israel tidak sepenuhnya memahami kerugian yang disebabkan terhadap penerbangan sipil atau dampaknya pada harga tiket pesawat serta masyarakat sipil.
“Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas,” ujar Zakay memperingatkan otoritas Israel.
Zakay juga memperingatkan bahwa situasi semacam itu menimbulkan “ancaman nyata” bagi maskapai-maskapai penerbangan Israel yang lebih kecil, karena meningkatnya biaya operasional dan bahan bakar serta meningkatnya permintaan penerbangan.
Dia pun menyerukan pemindahan pesawat-pesawat militer AS dari Bandara Ben Gurion ke pangkalan-pangkalan militer Israel. Zakay mengatakan bahwa situasi saat ini tidak hanya merugikan maskapai penerbangan, tetapi juga “semua warga negara” Israel.
