Polri Usut Aliran Dana hingga Server
Polri mengungkap jaringan judi online internasional yang melibatkan ratusan WNA di Jakbar. Polisi menelusuri aliran dana dan server yang digunakan dalam bisnis judol tersebut.
“Kita akan melakukan tracing terhadap aliran dana dan melakukan penelusuran server atau IP Address dari pada jaringan komunikasi. Selain itu juga kami akan melakukan penelusuran terhadap para sponsor yang kemarin mendatangkan mereka dari luar negeri,” kata Wira.
Dalam operasi ini, Polri mengamankan 321 WNA. Para pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
“Saat ini tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku ataupun orang yang udah kita amankan. Kemudian kita sudah melakukan penyitaan terhadap barang bukti,” katanya.
Pemilik Gedung Bakal Diperiksa
Polisi bakal memeriksa pemilik gedung yang dipakai ratusan WNA menjadi markas sindikat judol jaringan internasional di Jakbar. Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami berkomitmen untuk membuka itu semua dengan seluas-luasnya. Artinya, kita tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik gedung, termasuk siapa yang menyewa, sampai dengan nanti yang menyediakan peralatan untuk aktivitas perjudian yang ada di lokasi,” ujar Brigjen Wira.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menyewa lantai 20 dan 21 gedung tersebut. Meski kontrak disebut berdurasi satu tahun, aktivitas operasional baru berjalan sekitar dua bulan.
“Gedung ini disewa selama satu tahun sementara. Tapi ini akan kami pastikan kembali karena si penyewa juga masih akan kami cek nanti identitasnya di manajemen,” jelas Wira.
Wira menjelaskan, dua lantai itu digunakan khusus untuk operasional judi online. Para WNA yang bekerja sebagai operator tidak tinggal di lokasi, melainkan tersebar di hunian sekitar gedung.
“Mereka rata-rata tinggal di daerah seputaran tower ini. Jadi di atas itu pure hanya digunakan untuk operasional daripada kegiatan perjudian online,” ungkapnya.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Polisi juga menemukan perangkat elektronik yang digunakan para pelaku dibeli di Indonesia. Namun, server utama berada di luar negeri untuk menghindari deteksi aparat.
“Alat ini juga beli di sini (Indonesia). Terkait dengan server, sampai saat ini kami masih melakukan penelusuran berdasarkan web yang ada, server ini berada di luar negeri,” jelas Wira.
