GELOMBANG ketidakpastian dan kemarahan menyelimuti Pulau Tenerife, Spanyol, seiring mendekatnya kapal pesiar MV Hondius. Kapal yang tengah didera wabah Hantavirus tersebut dijadwalkan merapat akhir pekan ini setelah pemerintah pusat Spanyol mencapai kesepakatan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Situasi memanas ketika sejumlah pekerja pelabuhan berkumpul di depan gedung parlemen Kepulauan Canary di Santa Cruz, Jumat waktu setempat. Dengan meniup peluit dan membunyikan vuvuzela, mereka menyuarakan kekhawatiran akan risiko kesehatan yang mengintai jika protokol keamanan tidak diperketat.
“Kami tidak senang dengan gagasan dibiarkan bekerja di pelabuhan tanpa langkah keselamatan khusus atau informasi yang jelas saat kapal yang terinfeksi mendekat,” tegas Joana Batista, perwakilan dari serikat pekerja pelabuhan setempat. Bahkan, para pekerja mengancam akan memblokir kedatangan kapal jika tuntutan mereka diabaikan.
Kekecewaan Terhadap Pemerintah Pusat
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Penolakan juga datang dari warga sipil yang merasa aspirasi mereka tidak didengar oleh pemerintah pusat di Madrid. María de la Luz Sedeño, seorang warga setempat, meluapkan kemarahannya atas keputusan sepihak pemerintah yang mengabaikan penolakan keras dari Presiden wilayah Kepulauan Canary, Fernando Clavijo.
“Ini adalah tetes terakhir dari semua hal yang harus ditanggung oleh masyarakat Kepulauan Canary. Orang-orang di sini tidak didengarkan,” ujar Sedeño. Ia merujuk pada beban wilayahnya yang kerap menjadi pusat drama internasional, mulai dari krisis migrasi hingga isu kesehatan global.
Bagi banyak penduduk, kehadiran MV Hondius membawa ingatan pahit pada masa awal pandemi Covid-19, di mana kasus pertama di Spanyol ditemukan pada seorang turis Jerman di wilayah tersebut.
Protokol Keamanan Ketat
Menanggapi tuduhan kurangnya transparansi, pemerintah pusat yang dipimpin kelompok Sosialis merinci rencana pendaratan. Guna meminimalkan risiko, kapal tidak akan bersandar langsung di dermaga utama Tenerife.
MV Hondius akan membuang sauh di tengah laut. Para penumpang kemudian akan dibawa menggunakan kapal feri menuju pelabuhan industri Granadilla di bagian tenggara pulau, sebuah lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk. Setelah mendarat, para penumpang warga negara asing akan segera dipulangkan ke negara masing-masing, sementara 14 warga Spanyol akan dibawa ke Madrid untuk menjalani karantina.
