TIM SAR gabungan telah menemukan dua jasad warga negara Singapura yang merupakan pendaki Gunung Dukono, Maluku Utara. Kedua jasad tersebut ditemukan tertimbun material vulkanik tebal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses pencarian jasad dua WN Singapura itu dilakukan tak jauh dari lokasi penemuan jasad pendaki bernama Enjel yang telah ditemukan Sabtu (9/5).
“Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya,” ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Dia mengatakan proses evakuasi dua WN Singapura itu sempat mengalami kendala. Dia menyebut jasad keduanya tertimbun material vulkanik tebal.
“Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan,” ujarnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan 98 personel SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat. Kini, tiga korban tewas telah ditemukan.
Mereka ialah WNI bernama Enjel serta dua WN Singapura bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Selain tiga orang tewas, tim SAR juga telah mengevakuasi 17 pendaki lain yang selamat. Operasi SAR dinyatakan ditutup.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sendiri telah menutup total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Pemerintah akan memperketat pengawasan usai peristiwa ini terjadi.
