Pasar keuangan Indonesia merespons positif hasil KTT ASEAN ke-48 di Cebu. Visi Prabowo tentang stabilitas kawasan dan kemandirian ekonomi dinilai memberikan kepercayaan baru bagi investor asing
Hanya satu hari setelah KTT ASEAN ke-48 di Cebu berakhir, pasar keuangan Indonesia menunjukkan reaksi positif. Pada perdagangan Sabtu (9 Mei 2026), Rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau.
Analis pasar menyebut pidato Presiden Prabowo Subianto yang menekankan Zona Perdamaian, ketahanan ekonomi kawasan, serta penolakan menjadi pion great power competition menjadi katalisator kepercayaan investor.
Beberapa poin yang menjadi sorotan investor:
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
- Komitmen ASEAN untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi
- Tekanan Prabowo terhadap stabilitas jalur perdagangan maritim (termasuk Selat Malaka)
- Sinergi antara diplomasi luar negeri dan pembangunan dalam negeri (terlihat dari kunjungan langsung ke Miangas)
Data Pasar:
- Rupiah ditutup menguat di level Rp15.XXX per dolar AS
- IHSG naik lebih dari 0,8% dengan saham-saham sektor energi, pertahanan, dan infrastruktur menjadi top gainers
- Foreign inflow tercatat masuk ke pasar obligasi dan saham domestik
Ekonom senior menilai pasar merespons positif karena melihat pemerintahan Prabowo memiliki pendekatan yang realistis dan pragmatis di tengah ketegangan geopolitik global. Visi Peace Through Strength dianggap lebih kredibel dibandingkan pendekatan netralitas pasif.
Tantangan ke Depan
Meski pasar merespons positif hari ini, para analis mengingatkan bahwa keberlanjutan penguatan ini akan sangat bergantung pada implementasi konkret hasil KTT, terutama kerja sama ekonomi dan keamanan maritim ASEAN.
