Tim DVI saat ini masih fokus mengidentifikasi korban melalui pencocokan data antemortem dan postmortem yang diperoleh dari keluarga korban. Informasi keluarga korban diterima melalui layanan hotline maupun secara langsung di pos antemortem RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Untuk berbagai properti yang ditemukan pada korban, seperti aksesori dan gigi, belum dapat dijadikan dasar penetapan identitas secara pasti. Jadi, tim DVI tidak berpedoman pada data manifes penumpang, melainkan fokus pada identifikasi forensik.
“Mengenai data manifest memang secara khusus kami tidak memegang data tersebut siapa penumpangnya siapa, karena memang sama-sama kita ketahui rekan-rekan bahwa bus ini kan tidak seperti pesawat yang setiap orang naik harus punya tiket. Tapi yang kita lakukan di sini hanya terfokus kepada identifikasi saja,” kata Budi.
