WHO-Uni Eropa Minta Spanyol Terima Kapal Pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary

Pemandangan umum kapal pesiar MV Hondius saat sedang berhenti (lego jangkar) di lepas pantai pelabuhan Praia,
Pemandangan umum kapal pesiar MV Hondius saat sedang berhenti (lego jangkar) di lepas pantai pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde, pada 6 Mei 2026. (Foto: AFP via Getty Images)
0 Komentar

KEMENTERIAN Kesehatan Spanyol menyatakan akan menerima kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah dilaporkan terjadi wabah penyakit hantavirus di atas kapal tersebut.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan Uni Eropa, telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal MV Hondius di Kepulauan Canary,” demikian pernyataan resmi kementerian pada Rabu (6/5/2026) dikutip dari Antara.

WHO mengonfirmasi tujuh kasus infeksi di kapal, termasuk tiga kematian. Seorang pasien dirawat intensif di Afrika Selatan.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, termasuk demam berdarah dengan sindrom ginjal dan sindrom hantavirus paru. Kapal yang terdampak wabah saat ini masih berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa tengah melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan siapa saja yang perlu segera dievakuasi langsung dari kepulauan tersebut.

Terpisah, penumpang dan awak lainnya akan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary, dengan perkiraan tiba dalam tiga hingga empat hari. Pelabuhan tujuan belum ditentukan.

Setibanya di sana, mereka akan diperiksa, diberikan bantuan medis, dan kemudian dipulangkan ke negara masing-masing. Perawatan dan transportasi akan dilakukan dengan fasilitas serta kendaraan khusus untuk mencegah kontak dengan penduduk lokal dan menjaga keselamatan tenaga medis.

Pemerintah Spanyol juga menerima permintaan resmi dari Belanda untuk mengevakuasi seorang dokter dari MV Hondius yang dalam kondisi serius.

Ia dijadwalkan diterbangkan ke Kepulauan Canary pada Rabu, karena Tanjung Verde tidak memiliki kapasitas untuk operasi medis semacam itu, sementara Canary merupakan lokasi terdekat dengan fasilitas yang memadai.

Namun, Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menolak keputusan pemerintah pusat mengirim kapal tersebut ke wilayahnya, dengan alasan kurangnya koordinasi dan informasi.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Saya sepenuhnya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini. Tidak ada informasi medis atau epidemiologis yang menunjukkan kapal ini harus berlayar tiga hari ke Canary, alih-alih dilakukan operasi di lokasi kapal berlabuh,” ujarnya kepada radio Spanyol Onda Cero.

Clavijo menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak diberi informasi baik mengenai jumlah kasus di kapal, kondisi medis para pasien, maupun sumber dugaan wabah. Opsi lain yang sempat dibahas adalah mengevakuasi pasien ke Belanda dengan pesawat medis, sementara kapal berbendera Belanda itu melanjutkan perjalanan ke negara asalnya.

0 Komentar