WHO Umumkan Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar MV Mondius, Perhatikan Rekomendasi Pencegahannya

Sejumlah petugas kepolisian Cape Verde berjaga saat kru kapal ambulans mengenakan setelan hazmat sebagai persi
Sejumlah petugas kepolisian Cape Verde berjaga saat kru kapal ambulans mengenakan setelan hazmat sebagai persiapan menuju kapal pesiar MV Hondius, yang tengah berhenti di lepas pantai pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde, pada 6 Mei 2026. (Foto: AFP via Getty Images)
0 Komentar

Oleh karenanya, aktivitas yang kerap dikaitkan sebagai berisiko tinggi terinfeksi hantavirus dapat berupa membersihkan ruang tertutup atau berventilasi buruk, pertanian, pekerjaan kehutanan, dan tidur di tempat tinggal yang penuh hewan pengerat.

Akan tetapi, dalam kasus yang jarang, infeksi hantavirus dapat terjadi antara manusia dengan manusia yang terkontaminasi. Hingga kini, hantavirus varian Andes dari kawasan Amerika adalah satu-satunya strain hantavirus yang diketahui memiliki kemampuan menular antarmanusia.

Namun, penularan antarmanusia disebut dapat terjadi melalui kontak yang sangat dekat dan berkepanjangan, seperti pada keluarga atau pasangan. Hal ini berbeda dari penularan virus macam flu yang dapat menular dengan cepat melalui kontak yang minim.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Dalam rilisnya pada Selasa, WHO memberikan rekomendasi pencegahan hantavirus. Rekomendasi ini ditujukan baik untuk masyarakat umum maupun tenaga kesehatan di fasilitas perawatan yang rentan terinfeksi.

Untuk masyarakat umum, rekomendasi WHO untuk mencegah infeksi patogen ini adalah dengan mengurangi kontak antara manusia dengan hewan pengerat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja.
  • Menutup lubang yang memungkinkan tikus masuk ke dalam bangunan.
  • Menyimpan makanan dengan aman.
  • Menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi tikus.
  • Mengurangi penyapuan kering atau penyedotan kotoran tikus.
  • Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan.
  • Memperkuat praktik kebersihan tangan.

Selain itu, WHO juga menyarankan dilakukannya praktik mencurigai, mengidentifikasi, dan mengisolasi sejak dini. Hal ini serupa dengan pencegahan infeksi standar untuk membatasi penyebaran lebih luas.

Sementara bagi tenaga kesehatan, WHO merekomendasikan tindakan pencegahan standar untuk semua pasien, termasuk pembersihan lingkungan dan penanganan darah dan cairan tubuh yang aman.

Tindakan tersebut juga dapat dikombinasikan dengan tindakan pencegahan berbasis penularan selama pemberian perawatan.

Namun, untuk prosedur yang menghasilkan aerosol, perlu dilakukan tindakan pencegahan penularan melalui udara.

0 Komentar