Putra Menteri Keuangan Israel Terluka di Lebanon, Pernyataan Bezalel Smotrich Picu Reaksi di Medsos

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich/Net
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich/Net
0 Komentar

PERNYATAAN Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, memicu gelombang reaksi luas di media sosial setelah Dia mengungkapkan sebuah ucapan yang dinisbatkan kepada putranya yang terluka di Lebanon.

Putra Sang Menteri tersebut menyatakan keinginannya untuk “meninggalkan sesuatu untuk dilakukan di Lebanon,” dalam konteks yang oleh para pengamat dianggap mengandung makna eskalatif.

Pernyataan tersebut disampaikan Smotrich saat tampil dalam sebuah program podcast di Channel 7 Israel.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Dikutip Aljazeera, Selasa (5/5/2026), Smotrich membahas kondisi kesehatan putranya yang terluka saat menjalani dinas militer di Brigade “Givati” dalam bentrokan di perbatasan Lebanon pada Maret lalu.

Menurut keterangan yang disampaikan, putra Sang Menteri mengalami luka lebih parah daripada yang diungkapkan sebelumnya.

Dia terkena serpihan peluru di bagian hati, sehingga harus dievakuasi melalui udara untuk mendapatkan perawatan, dan sempat dirawat di rumah sakit sebelum memasuki tahap pemulihan.

Smotrich menyebut keselamatan putranya sebagai sebuah keajaiban, dan menegaskan bahwa kondisinya membaik dengan cepat selama masa rehabilitasi.

Para aktivis dan pengamat menilai bahwa pernyataan Smotrich mencerminkan kecenderungan garis keras dalam pemerintahan Israel, serta memperkuat kekhawatiran akan berlarutnya eskalasi di kawasan, terutama di tengah ketegangan yang berlangsung di front Lebanon.

Sejumlah warganet menilai pernyataan tersebut mencerminkan, menurut mereka, pola pikir yang bertumpu pada retorika penghancuran, serta menganggap pendekatan semacam ini terus berulang di mana pun mereka berada, sebagai isyarat terhadap kebijakan yang berorientasi pada perang dan perusakan.

Komentar lain yang beredar menyebut adanya upaya untuk meredam atau membenarkan pernyataan tersebut, meskipun—menurut mereka—hal itu mencerminkan keberlanjutan wacana eskalatif yang berkaitan dengan operasi militer.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Di sisi lain, sebagian pihak menilai bahwa pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana sikap pribadi dan keluarga para pejabat memengaruhi keputusan politik dan militer, serta dampaknya terhadap arah eskalasi di kawasan.

Sejumlah aktivis menggambarkan pernyataan tersebut sebagai terorisme dan kejahatan terbuka”yang dilakukan oleh pemerintah Israel, serta menilai hal itu mencerminkan kecenderungan ekstrem dalam kebijakan dan retorika resmi.

0 Komentar