KABAR meninggalnya seorang dokter internship (magang) bernama dr. Myta Aprilia Azmi menjadi perhatian luas disertai dengan dugaan penyebabnya adalah karena beban kerja.
Almarhumah merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) yang sedang menjalani program internship di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.
Pada hari Jumat, 1 Mei 2026, dr. Myta mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Kronologi yang berkembang menunjukkan bahwa sebelum meninggal dunia, dr. Myta sedang menjalani program internship di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal.
Dalam masa tugasnya di rumah sakit tersebut, ia kemudian mengalami kondisi kesehatan yang menurun hingga akhirnya harus menjalani perawatan di RSMH Palembang namun berakhir dengan nyawanya tidak tertolong.
Setelah kabar duka menyebar, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menyatakan telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Kesehatan agar dilakukan investigasi resmi.
Ketua umum organisasi tersebut menegaskan bahwa penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan, meskipun sempat muncul dugaan awal terkait infeksi paru-paru.
Selain itu, isu lain seperti kemungkinan adanya tekanan kerja atau perundungan di lingkungan kerja juga mencuat, namun seluruhnya masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
“Prosesnya sudah kami laporkan ke pusat. Nanti Kementerian Kesehatan yang akan melakukan investigasi, jadi kita tunggu hasilnya seperti apa,” jelas Ketua Umum IKA FK Unsri Achmad Junaidi dikutip Antara (1/5/2026).
Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) turut bersuara. MGBKI mendesak dilakukannya audit independen secara menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari kronologi kejadian, sistem supervisi, beban kerja, hingga budaya kerja di lingkungan pendidikan klinik.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“MGBKI menolak victim blaming (menyalahkan korban) dan intimidasi. Setiap upaya menyalahkan korban, membungkam informasi, mengancam peserta pendidikan, atau memberikan sanksi administratif seperti perpanjangan masa pendidikan karena menyuarakan keselamatan kerja harus dihentikan,” tegas Ketua MGBKI Budi Iman Santoso dikutip Antara (3/5/2026).
Fakta-fakta Dokter Internship Meninggal Diduga karena Beban Kerja
Berikut adalah fakta-fakta penting yang diketahui sejauh ini terkait kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi:
