Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Truth Social,Trump menuduh banyak negara telah meminta bantuan Amerika untuk “membebaskan” kapal-kapal yang masih tidak dapat transit di jalur perairan strategis tersebut.
Dia mengatakan inisiatif yang diberi nama “Proyek Kebebasan” ini akan dimulai Senin pagi waktu Asia Barat dengan perwakilan AS bertugas memandu kapal dan awaknya dengan aman keluar dari area terlarang.
Pusat Informasi Maritim Gabungan mengatakan tingkat ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz masih kritis karena operasi militer regional yang sedang berlangsung.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Catatan peringatan dari pusat tersebut – yang diposting di X oleh pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris – mengatakan pada Senin bahwa para pelaut disarankan untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang Oman melalui saluran VHF 16. Mereka harus mempertimbangkan rute melalui perairan teritorial Oman di selatan skema pemisahan lalu lintas, di mana AS telah menetapkan kawasan keamanan yang ditingkatkan.
“Transit melalui atau di dekat Skema Pemisahan Lalu Lintas harus dianggap sangat berbahaya karena keberadaan ranjau yang belum sepenuhnya disurvei dan dimitigasi.”
Sementara the Guardian melaporkan, sebuah kapal tanker terkena “proyektil tak dikenal” di Selat Hormuz segera setelah Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan membantu kapal-kapal yang terperangkap melewati jalur air tersebut.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam insiden yang terjadi 78 mil laut sebelah utara Fujairah di Uni Emirat Arab.
Kapal penyapu ranjau USS Santa Barbara (LCS 32) yang membersamai USS Tulsa (LCS 16) tiba di Singapura sebelum bertolak ke Selat Hormuz pada 18 Maret 2026. – (Warship Cam)
Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan, katanya, seraya menambahkan bahwa kapal-kapal disarankan untuk “transit dengan hati-hati”.
Ketika ditanya apakah pengumuman tentara Iran mengenai serangannya terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz berarti berakhirnya gencatan senjata AS-Iran, analis Foad Izadi mengatakan kepada Aljazirah dari Teheran bahwa gencatan senjata sudah berakhir sejak lama.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“Gencatan senjata dimulai pada 7 April dan berakhir pada 8 April ketika Amerika Serikat memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Berdasarkan hukum internasional dan hukum AS, blokade adalah tindakan perang,” ujar Izadi, seorang profesor di Universitas Teheran.
