China Tak Bakal Patuhi Sanksi Amerika Serikat Soal 5 Firma Pembeli Minyak Iran

Kapal tanker MT Tifani yang dicegat marinir AS terlihat berlabuh di terminal Pulau Kharg Iran pada 6 April 202
Kapal tanker MT Tifani yang dicegat marinir AS terlihat berlabuh di terminal Pulau Kharg Iran pada 6 April 2026. (Airbus)
0 Komentar

Membela blokade tersebut, Trump berargumen bahwa Iran telah menggunakan “Selat Hormuz sebagai senjata selama bertahun-tahun, mereka mengatakan akan menutupnya. Jadi, mereka menutupnya, lalu saya menutupnya untuk kapal mereka.”

Mengenai perundingan nuklir yang sedang berlangsung dengan Iran, Trump meragukan apakah kesepakatan memang diinginkan.

“Sejujurnya, mungkin lebih baik kita tidak membuat kesepakatan sama sekali,” ujarnya, tetapi kemudian mengklaim bahwa situasi tersebut tidak dapat dibiarkan berlanjut.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk serta penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti dengan perundingan di Islamabad pada 11-12 April, namun tidak tercapai kesepakatan.

Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan kerangka waktu baru, atas permintaan Pakistan. Sementara itu, laporan menunjukkan bahwa pemerintahan Trump tengah berupaya membentuk koalisi internasional untuk memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan tersebut. Adapun, IRNA melaporkan bahwa pada 30 April proposal perdamaian dari Teheran telah diserahkan kepada Pakistan.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, AS mengusulkan gencatan senjata selama 2 bulan. Tetapi, Iran bersikukuh agar semua isu diselesaikan dalam 30 hari supaya fokusnya menjadi mengakhiri perang secara penuh alih-alih sekadar memperpanjang gencatan senjata.

Tuntutan utama Teheran antara lain ganti rugi, jaminan agresi militer tak akan terjadi lagi, serta penarikan mundur pasukan AS dari sekeliling Iran. Terkait Selat Hormuz, Iran mendesak agar blokade diakhiri serta mengatakan akan menetapkan “mekanisme baru” terkait lalu lintas perkapalan di sana.

Iran juga menuntut pencairan semua asetnya di luar negeri serta pencabutan sanksi.

0 Komentar