Komunitas Yahudi Kembali Diguncang Insiden Penikaman di Kawasan Golders Green London

Tangkapan layar dari rekaman kamera pengintai yang menunjukkan seorang pria Yahudi ditikam di Golders Green, L
Tangkapan layar dari rekaman kamera pengintai yang menunjukkan seorang pria Yahudi ditikam di Golders Green, London, pada 29 April 2026. (MEDIA SOSIAL)
0 Komentar

KOMUNITAS Yahudi di London kembali diguncang aksi kekerasan setelah dua pria menjadi korban penikaman di siang bolong di kawasan Golders Green, London Utara, pada Rabu (29/4) waktu setempat. Kepolisian Metropolitan London (Met Police) secara resmi menetapkan insiden berdarah ini sebagai aksi terorisme.

Pelaku, seorang pria berusia 45 tahun berkebangsaan Inggris kelahiran Somalia, telah ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan. Selain menyerang warga sipil, pria tersebut juga dituduh mencoba menyerang petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Peristiwa mengerikan ini terjadi sekitar pukul 11:16 pagi. Berdasarkan rekaman CCTV, serangan terjadi sangat cepat dan brutal. Korban pertama diserang saat sedang mengenakan kippah di sebuah halte bus, sementara korban kedua ditikam saat sedang berjalan kaki.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dua korban yang masing-masing berusia 76 dan 34 tahun tersebut segera dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil.

“Insiden ini telah resmi dinyatakan sebagai aksi terorisme,” tegas Laurence Taylor, Kepala Unit Antiterorisme London. Ia menambahkan bahwa penyelidikan tengah difokuskan pada apakah serangan tersebut sengaja menargetkan komunitas Yahudi.

Peran Relawan Lokal

Aksi pelaku berhasil dihentikan berkat respons cepat dari Shomrim, sebuah kelompok sukarelawan penjaga keamanan lingkungan setempat. Rabi Herschel Gluck menyatakan bahwa para sukarelawan segera meringkus pelaku dan menahannya hingga polisi tiba di lokasi.

Saat petugas tiba, pelaku sempat berjalan menantang petugas sebelum akhirnya dilumpuhkan menggunakan alat kejut listrik (taser). Komisaris Polisi London, Mark Rowley, mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat kekerasan serius dan masalah kesehatan mental.

Kecaman dari Pemimpin Dunia

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut serangan ini sebagai tindakan yang sangat mengerikan. “Kita semua harus mempertegas tekad kita untuk menangani pelanggaran-pelanggaran semacam ini, yang belakangan ini terlalu sering kita lihat,” ujar Starmer di hadapan Parlemen.

Senada dengan PM Starmer, Raja Charles III yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat turut menyampaikan keprihatinannya. Melalui juru bicaranya, Raja menyatakan doa bagi para korban dan rasa terima kasih kepada mereka yang memberikan bantuan dengan berani.

0 Komentar